SURYA.CO.ID, SURABAYA – Mahasiswa Broadcast and Journalism, Communication Science, Universitas Kristen Petra Surabaya berhasil membuat tiga film dokumenter dengan mengambil tema Sebuah Perubahan.

Dosen pengajar Mata Kuliah Film Dokumenter, Daniel Budiana menjelaskan kata “Berubah” dalam kehidupan manusia menjadi sebuah tantangan yang mau tidak mau harus dialami.

“Melalui karya film dokumenter ini, para mahasiswa berusaha menghadirkan tayangan yang menggugah rasa Berubah penonton dari berbagai sudut pandang,” ujar Daniel kepada SURYA.co.id, Minggu (15/1/2023).

Ketiga film dokumenter mahasiswa yang berjudul Lensa Ludruk, Ahad Ijem dan Exist akhirnya selesai diproduksi dan ditayangkan di bioskop CGV Marvel City Surabaya.

Sebelum diproduksi, film-film itu telah melalui proses wawancara dan riset terlebih dahulu. Dikarenakan harus menampilkan fakta yang terjadi dalam kehidupan dunia nyata.

Film dokumenter “Lensa Ludruk” misalnya, film yang diproduksi oleh Maria Patricia, Elizabeth Melinda, Cindy Silviana, Levina Natania, Rhaditya Rahutama dan Thessalonica Dwi ini menceritakan kehidupan sebuah komunitas yang mempertahankan kesenian Ludruk khas Jawa Timur ditengah gempuran zaman.

“Sesuai dengan judul filmnya, fungsi lensa untuk memfokuskan kesenian Ludruk. Seperti yang telah diketahui, minat Ludruk ini sangat sedikit. Padahal Ludruk merupakan kesenian khas Jawa Timur, dengan adanya film ini maka kesenian Ludruk tidak punah dimata anak-anak muda zaman sekarang,” ungkap Maria, sang Produser.

Film berdurasi 16 menit tersebut bekerjasama dengan komunitas Luntas, sebuah komunitas Ludruk yang mempunyai keinginan memodernisasi kesenian Ludruk agar dapat dinikmati oleh anak millenial.

Usai menonton film Lensa Ludruk, Robet Bayoned selaku Founder Luntas Surabaya mengaku bahagia mahasiswa UK Petra memberikan perhatiannya terhadap budaya lokal ludruk.

“Budaya lokal ini perlu diangkat lagi supaya Indonesia tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berbudaya,” ungkapnya.

“Untuk hasilnya cukup baik. Meskipun pengambilan gambarnya kurang nyaman untuk disaksikan dan kurang mengalir. Tapi secara keseluruhan apalagi ide dan pesan yang disampaikan sudah bagus,” tutupnya.

Perlu diketahui, karya film dokumenter para mahasiswa ini merupakan project ujian akhir semester dari mata kuliah Produksi Film Dokumenter.

Ketiga film dikerjakan secara berkelompok dengan enam mahasiswa di dalamnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.