Setelah didepak Elon Musk, mantan CEO Twitter Jack Dorsey merilis versi beta medsos barunya, Bluesky Social.

Setelah meninggalkan posisi sebagai CEO Twitter, Jack Dorsey dikabarkan mengembangkan jejaring sosial baru yang dinamai Bluesky. Dilansir dari CNBC (1/11), Bluesky sudah digarap oleh Jack Dorsey saat dia masih menjabat sebagai CEO Twitter. Menariknya, meski belum resmi dirilis, platform media sosial milik Jack Dorsey tersebut kabarnya sudah memiliki 30.000 pendaftar dalam waktu kurang dari dua hari. Proyek ini disebut-sebut sebagai alternatif dan bahkan mungkin menjadi pesaing Twitter, milik Elon Musk.

Bluesky merupakan platform media sosial baru yang terbuka dan terdesentralisasi. Platform ini bertujuan untuk membuat protokol standar untuk platform media sosial. Setelah dikembangkan sepenuhnya nanti, Bluesky memungkinkan jaringan media sosial yang terpisah untuk berinteraksi satu sama lain, meskipun setiap jaringan memiliki sistem kurasi dan moderasi sendiri.

“Kami mencoba melakukan bagian kami dengan mendanai platform media sosial yang terdesentralisasi. Tujuan kami adalah menjadi klien dengan standar itu untuk lapisan percakapan publik di internet. Kami menyebutnya Bluesky,” cuit Dorsey pada Twitter.

Pada rilis terbarunya, proyek ini akan menggunakan Authenticated Transfer Protocol (AT Protocol), yang merupakan jaringan sosial gabungan yang dijalankan oleh beberapa situs. Protokol ini akan memberikan pengguna fitur unik, portabilitas akun, pilihan algoritmik, interoperation, dan kinerja.

Portabilitas akun akan memungkinkan pengguna memindahkan akun dari satu penyedia ke penyedia lainnya, tanpa kehilangan data atau grafik sosialnya. Portabilitas akun akan memungkinkan Anda memindahkan akun dari satu penyedia ke penyedia lainnya tanpa kehilangan data atau grafik sosial akun pengguna. Sementara dukungan algoritmik akan memungkinkan pengguna lebih leluasa mengontrol pengalaman online. Misalnya, jika pengguna tidak puas dengan rekomendasi otomatis YouTube, mereka dapat pindah ke platform lain yang menggunakan sistem rekomendasi berbeda untuk video yang sama. Akhirnya, aplikasi akan memberi pengguna semua fitur ini tanpa mengurangi kinerja. Protokol AT dibuat untuk proses pemuatan yang lebih cepat dan kinerja maksimal, bahkan pada skala besar.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.