Merdeka.com – Para peneliti yang tengah mempelajari DNA prasejarah menemukan ada kelompok manusia yang pernah tinggal di Siberia kira-kira lebih dari 10.000 tahun lalu.

Temuan ini diketahui ketika para peneliti menyelidiki sisa-sisa jasad manusia di Asia Utara yang berasal dari 7.500 tahun lalu. Penelitian ini juga mengungkap bagaimana DNA manusia tidak hanya berpindah dari Asia ke Amerika–seperti yang sebelumnya diyakini–tapi juga ke arah sebaliknya. Artinya manusia prasejarah hilir-mudik di sepanjang dataran Bering.

Laman Live Science melaporkan, Kamis (12/1), tim peneliti juga menyelidiki sisa-sisa jasad seorang dukun kuno yang tinggal sekitar 6.500 tahun lalu di sebelah barat Siberia.

Asia Utara, khususnya daerah yang membentang dari sebelah barat hingga ke timur laut Siberia menjadi lokasi penting perjalanan manusia melintasi benua. Hasil penelitian sebelumnya memperlihatkan manusia pertama kali tiba di Amerika sekitar 13.000 tahun lalu, kemungkinan melintas di sepanjang pesisir daratan yang dulu menghubungkan Asia Utara dan Amerika Utara. Koridor ini disebut Beringia yang kini adalah Selat Bering.

Namun masih banyak yang tidak diketahui dari genetika manusia prasejarah yang tinggal di wilayah itu pada saat itu.Ini karena sisa-sisa manusia prasejarah yang DNA-nya memadai untuk diteliti sangat jarang dan sulit ditemukan, kata peneliti senior Cosimo Posth, asisten profesor arkeologi dan paleogenetik di Univeristas Tubingen, Jerman, kepada Live Science.

Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menganalisis 10 genom manusia prasejarah dari sejumlah individu yang pernah tinggal di Asia Utara 7.500 tahun lalu.

Sebagian besar dari mereka ditemukan di wilayah yang dikenal dengan nama Altai, persimpangan wilayah migrasi antara sebelah utara Siberia, Asia Tengah, Asia Timur selama ribuan tahun yang kini adalah wilayah mencakup Rusia, China Mongolia dan Kazakhstan.

Penelitian sebelumnya di Altai mengungkap bukti pertama dari manusia misterius yang lebih tua yang dikenal sebagai Denisova, manusia prasejarah seperti Neanderthal yang merupakan kerabat terdekat manusia modern.

Ilmuwan menemukan kelompok manusia pemburu sebelumnya yang tinggal di Altai adalah “campuran dari dua kelompok berbeda yang hidup di Siberia di masa Zaman Es,” kata Posth. [pan]

Baca juga:
Arkeolog Yakini Temukan Kuil Dewa Laut Poseidon, Ini Lokasinya
Penemuan Telur Berusia 4000 Tahun di Perbatasan Israel-Mesir, Bentuknya Mengejutkan
Terungkap, Kota Pertama dan Tertua di Dunia Bukan di Eropa atau Amerika
Kota Romawi Kuno Ditemukan di Desa Inggris, Banyak Artefak Mengejutkan
Peneliti Ungkap Rahasia Tersembunyi dari Liontin Berusia 800 Tahun
Ukiran Batu 2.700 Tahun Ungkap Kisah Kota Kuno Terbesar yang Pernah Ada
Arkeolog Temukan Mata Uang Pertama di Negeri Syam, Tempat Nabi Pernah Berdagang
Misteri Gambar Berusia 20.000 Tahun dari Zaman Es Terpecahkan, Ini Maknanya


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.