Merdeka.com – Kasus perundungan atau ‘bullying’ terhadap anak masih kerap terjadi, mengacu pada data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan terdapat 2.010 kasus perlindungan anak sepanjang periode Januari-Juni 2022.

Atas masih tingginya angka perundungan yang dialami anak-anak Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KemenPPPA) bersama Sido Muncul turut menggelar acara kampanye Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, lewat program ‘Anak Sehat’.

“Kickoff 16 hari kampanye anti kekerasan terhadap perempuan anak, berkaitan dengan Hari Anak Sedunia ini kita lakukan, disusul beberapa kegiatan yang sudah kita lakukan,” kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga, saat ditemui di SDN Kalibaru 09 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (25/11).

Lewat acara yang digelar dengan hasil kerjasama Sido Muncul, Bintang berharap anak-anak bisa teredukasi agar pemahaman tentang saling melindungi sesama anak bisa terbangun. Melalui sejumlah rangkaian acara yang diikuti ratusan ‘Anak Sehat’ dari siswa SDN Kalibaru 09 Pagi,

“Ini adalah ini menjadi tanggung jawab kita bersama. sinergi kolaborasi itu yang kami bangun dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baik dengan pemerintah di Daerah,” imbuhnya.

“Demikian pula para dunia usaha ini yang kita ajak bergotong royong soal pemenuhan hak yang ada di seantero Indonesia terkhusus hari ini di Kalibaru Jakarta Utara,” tambahnya.

Sebab, Bintang menegaskan bahwa kepastian kualitas hidup anak-anak Indonesia agar terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, termasuk dari perilaku bullying atau perundungan, merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Nah setiap anak tidak hanya jadi tanggung jawab orang tua saja, semua anak menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana memberikan ruang yang aman nyaman itu harus jadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Maria Reviani Hidayat selaku Marketing Vice Director Sido Muncul menjelaskan bahwa saat ini program ‘Anak Sehat’ akan dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada anak-anak tentang anti kekerasan atau perundungan.

“Hari ini anak sehat dari Sido Muncul diajak berkolaborasi untuk mendukung kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus merayakan hari anak sedunia,” ujarnya.

“Bersama-sama berkolaborasi dan kami mendukung program dari Kementerian untuk mendukung program anti kekerasan dan kami akan memastikan program ini, ke dalam program kami,” tambahnya.

Dimana pada kesempatan ini Sido Muncul juga turut memberikan bantuan berupa uang tunai dan produk-produk kesehatan Sido Muncul senilai total Rp 100 Juta kepada 200 anak SDN Kalibaru 09 Jakarta Utara.

“Kita memberikan tambahan edukasi anti kekerasan. Terutama harapan kami tentu saja visi anak sehat untuk mendukung anak-anak tumbuh berkembang secara optimal supaya mereka menjadi anak-anak yang sehat dan terlindungi dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan,” ujarnya.

Perlu diketahui jika ‘Anak Sehat’ merupakan produk dari Sido Muncul yang merupakan suplemen herbal untuk anak usia dua hingga dua belas tahun dengan kandungan Temulawak, Wortel, Temu Ireng, Madu dan bahan herbal lainnya.

Memberikan manfaat dapat meningkatkan nafsu makan, menyehatkan mata, dan meningkatkan daya tahan tubuh seperti pada Tagline Anak Sehat ‘Anak Sehat, Herbalnya Anak’.

[rhm]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.