Raja Tutankhamen adalah firaun muda yang makam kuno dan artefak mewahnya telah memukau banyak generasi sejak pertama kali ditemukan.

Bagi banyak orang, ‘King Tut’(‘Raja Tut’) adalah simbol puncak kejayaan Mesir kuno.

Tutankhamen naik tahta pada usia sembilan tahun, memerintah sampai kematiannya pada usia 18 atau 19 tahun.

Makamnya ditemukan oleh Howard Carter, seorang ahli Mesir Kuno dari Inggris pada tahun 1922. Bilik terakhir dalam makam itu, yang dibuka pada 16 Februari 1923, berisi tubuh mumi raja muda itu dan harta karun yang sangat mengagumkan.

Mumi Tutankhamen disemayamkan di makam raja di Lembah Para Raja di Luxor, 22 November 2012. (Foto: REUTERS/Asmaa Waguih)

“Kami merayakan, tidak hanya di Mesir, tapi di seluruh dunia, dengan penemuan Tutankhamen seratus tahun lalu. Ini adalah peringatan seratus tahun penemuan makam raja bocah Tutankhamen. Dia membuat seluruh dunia terkagum-kagum karena benda-benda yang utuh ditemukan di dalam makamnya sendiri,” ujar Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir.

Penemuan makam berusia 3.000 tahun itu merupakan momen penting dalam arkeologi.

Peti mati terluar Tutankhamen terbuat dari kayu dan disepuh dengan emas. Peti mati itu ditemukan bersama ribuan harta karun lainnya, semuanya utuh tanpa gangguan oleh perampok kuburan.

Mumi emas yang menutupi tubuh Tutankhamen disemayamkan di makam raja di Lembah Para Raja di Luxor, 22 November 2012. (Foto: REUTERS/Asmaa Waguih)

“Makam Tutankhamen adalah satu-satunya makam yang ditemukan hampir utuh di Lembah Para Raja. Penemuan itu adalah cerita yang panjang dan bagus. Ketika Howard Carter menemukan makam itu pada 4 November 1922, dia menemukan 5.398 buah benda, paling banyak terbuat dari emas. Makam itu sendiri sangat sederhana, makam yang sangat kecil dibandingkan dengan makam-makam lain di Lembah Para Raja,” ujar Mostafa Waziri.

Misteri telah menyelimuti Tutankhamen sejak penemuannya, dari dugaan kutukan di makamnya hingga ketidakpastian tentang bagaimana dia meninggal.

“Dia meninggal karena kecelakaan kereta, dan dia meninggal pada hari kedua setelah kecelakaan itu,” kata Waziri. Dia menambahkan bahwa firaun itu juga mengidap malaria parah dan menderita lemah tulang.

CT scan dan tes DNA mengungkapkan firaun yang lemah karena penyakit bawaan itu akhirnya menderita komplikasi dengan patah kaki yang diperburuk oleh malaria otak yang parah. Dia juga menderita mulut sumbing dan kaki bengkok, sehingga kemungkinan memaksanya berjalan dengan tongkat.

Tutankhamen dan barang-barang yang ditemukan di makamnya pada akhirnya akan dipamerkan di Museum Agung Mesir yang baru di Giza ketika museum itu dibuka.

“Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah bahwa semua dari 5.398 benda itu dipajang di satu museum,” kata Waziri.

Mumi emas terlihat menutupi tubuh Tutankhamen di Lembah Para Raja di Luxor 22 November 2012. (Foto : REUTERS/Asmaa Waguih)

Mumi emas terlihat menutupi tubuh Tutankhamen di Lembah Para Raja di Luxor 22 November 2012. (Foto : REUTERS/Asmaa Waguih)

Rumah Howard Carter – ekskavator yang menemukan makam Tutankhamen – dibuka kembali pada November 2022 untuk menandai 100 tahun sejak penemuan terkenal itu.

Pada tahun 2007, wajah Raja Tutankhamen ditunjukkan untuk pertama kalinya kepada publik, lebih dari 3.000 tahun setelah firaun itu dimakamkan di Mesir. [lt/jm]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.