Ilustasi foto : Getty Images.

RSM, penyedia jasa assurance, pajak dan consulting, pada 2022 mencatatkan pendapatan sebesar US$ 8 miliar atau setara Rp120 triliun dan merilis Strategi Global 2030 yang fokus pada transformasi, pertumbuhan dan menciptakan nilai positif bagi semua pemangku kepentingan.

Tahun lalu, kinerja RSM tumbuh 15% secara global, dengan pertumbuhan double-digit di seluruh regional. Pertumbuhan pendapatan tercepat terjadi di pasar negara berkembang Amerika Latin (26%) dan Asia Pasifik (19%). Di Amerika Utara dan Eropa, RSM juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan masing-masing sebesar 14% dan 17%, sementara Timur Tengah dan Afrika Utara tumbuh sebesar 17% serta Afrika yang tumbuh 10%.

Jasa konsultansi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 37%, termasuk IT Consulting yang naik sebesar 26%. Cyber-attacks masih menjadi ancaman dan pendapatan global dari risk advisory juga naik sebesar 26%. Pendapatan jasa audit di tahun 2022 juga berhasil tumbuh 6% dan pendapatan dari jasa akuntansi tumbuh sebesar 11%. Selain itu, pendapatan dari jasa pajak meningkat sebesar 8% terutama didorong permintaan jasa perpajakan yang meningkat karena perubahan regulasi dan meningkatnya kompleksitas peraturan perpajakan.

Dengan fokus untuk menciptakan budaya kerja inklusif dan pengalaman bekerja yang bermakna, RSM terus menarik banyak personil baru untuk bergabung dimana jumlah personil meningkat sebesar 18% dalam dua tahun terakhir.

Presdir RSM Jean Stephens mengatakan pertumbuhan RSM yang pesat itu merupakan hasil dari para personil di 120 negara yang tetap memberikan value kepada klien, meskipun bekerja di situasi yang terus berubah dan tidak dapat diprediksi. “Untuk terus tumbuh dan memperkuat posisi kami sebagai yang terdepan dalam memberikan layanan profesional, kami akan lebih jauh berinvestasi untuk mentransformasikan bisnis kami menjadi organisasi digital, penuh wawasan serta selalu memberikan layanan dan solusi,” jelas Stephens dalam pernyataanya pada Rabu (25/1/2023).

RSM Indonesia beroperasi selama 37 tahun di Indonesia dan anggota dari RSM Internasional, juga menunjukan kinerja yang positif. Amir Abadi Jusuf, Chief Executive Partner RSM Indonesia menyampaikan pertumbuhan RSM di Indonesia sejalan dengan pertumbuhan global, dan semua lini jasa perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang baik. Amir juga menyampaikan bahwa semangat personil RSM Indonesia dan kepercayaan klien yang membuat pertumbuhan ini bisa terjadi.

Melihat ke tahun depan, RSM memperkirakan permintaan layanan pajak akan meningkat pada 2023 lantaran adanya kebutuhan untuk memenuhi persyaratan OECD yang terus meningkat untuk lebih banyak digitalisasi dalam pelaporan pajak dan tarif pajak minimum global.

Demikian pula para expert di RSM mengantisipasi peningkatan merger dan akuisisi (M&A) yang akan terjadi tahun depan di seluruh dunia. Ini akan didorong oleh bisnis yang berfokus pada teknologi yang mencari sumber pendanaan alternatif untuk ditingkatkan; private equity diprediksi akan banyak melakukan aksi beli; dan peningkatan aktifitas bolt-on dan transaksi cross-border. RSM menyoroti bahwa dalam beberapa kasus, bisnis mencari merger atau akuisisi untuk menangkal dampak negatif dari krisis keterampilan, rantai pasokan, energi dan inflasi.

RSM memperkirakan bisnis akan mempercepat perubahan dalam organisasi dan memprioritaskan inovasi, mempertimbangkan cara untuk mengintegrasikan artificial intelligence dan teknologi otomasi, melatih kembali tim atau memanfaatkan analisa data dan business process outsourcing, untuk meningkatkan kinerja.

RSM International pada Januari ini merilis Strategi Global RSM 2030 menguraikan program pertumbuhan dan transformasi utama yang menargetkan pertumbuhan pendapatan 100% di tahun 2030. Melalui strategi ini, RSM akan lebih banyak menggunakan moda digital, memberikan insight yang lebih baik, serta perluasan otomatisasi, penggunaan big data, machine learning dan artificial intelligence untuk merangkul talenta baru dan mendukung bisnis melalui perubahan.

Ke depan, RSM tetap akan terus memperkuat metodologi untuk menjaga kualitas layanan yang baik dan memastikan praktik bisnis yang bertanggung jawab sambil terus meningkatkan kecepatan beradaptasi dan inovasi serta teknologi, dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan klien di masa mendatang. Strategi ini akan diwujudkan dalam investasi yang signifikan dalam SDM, dan mengubah RSM menjadi organisasi global tanpa batas yang didukung oleh tim, budaya, tata kelola, dan proses yang secara aktif diselaraskan dengan untuk membantu klien mencapai tujuan strategis mereka.

Angela Simatupang, Senior Partner RSM di Indonesia, yang juga merupakan salah satu Direktur Global Board RSM International menyampaikan, sinergi strategi global dengan nasional agar terus bermanfaat bagi bangsa dan negara, serta melalui hasil layanan yang kami berikan, klien kami dapat dengan yakin mengambil mengambil keputusan bisnis yang tepat dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.