SURYA.co.id | BANYUWANGI – Sastra sebagai salah satu bentuk kreativitas terus dipacu di Kabupaten Banyuwangi melalui gelaran Festival Sastra di Rumah Kreatif, Banyuwangi, Sabtu (5/10/2022). Khususnya, bagi kalangan pelajar dan guru di ujung timur Jawa tersebut.

“Ajang ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas para pelajar dan anak muda di Banyuwangi. Saya meyakini, kreativitas di bidang sastra ini memiliki banyak manfaat,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka acara.

Beberapa manfaat tersebut, papar Ipuk, adalah memperkaya literatur kata-kata yang akan bermanfaat untuk menunjang komunikasi. Selain itu, juga akan memperkuat narasi yang akan disampaikan. “Lebih jauh dengan bersastra ini juga akan mampu membentuk karakter kita,” cetusnya.

Ipuk juga berharap dengan pendekatan sastra ini, akan menjadi media untuk menekan patologi sosial di kalangan pelajar. Seperti halnya tawuran antar pelajar, pergaulan bebas atau bahkan narkoba. “Lewat sastra ini, kita bisa menanamkan pendidikan karakter bisa menjadi cara yang lebih mudah diterima oleh para pelajar,” harapnya.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. Alfian menyebutkan bahwa Festival Sastra ini dirangkai dengan perlombaan untuk merangsang kreatifitas para pelajar dan guru. Di antaranya adalah lomba cipta puisi dan pentigraf (cerpen tiga paragraf).

“Sebelumnya, kita telah melakukan serangkaian pelatihan cipta puisi dan pentigraf. Ini saatnya untuk unjuk kreativitas mereka setelah berlatih,” ungkap Alfian.

Untuk pentigraf sendiri, terdapat 486 karya yang berasal dari kalangan pelajar. Dari karya yang masuk lantas dikurasi menjadi 200 buah untuk dilakukan workshop lanjutan bersama Sastrawan Nasional Dzawawi Imron. “Dari 200 karya tersebut, kemudian kita pilih 20 karya terbaik untuk ditampilkan dalam pameran pentigraf hari ini,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Alfian, pada kegiatan ini juga dipamerkan 133 judul buku sastra karya para pelajar dan guru di Banyuwangi dari jenjang sekolah menengah, baik negeri maupun swasta. “Karya-karya tersebut bisa dibaca dan dibeli di sini,” terangnya.

Di antara sejumlah karya tersebut adalah Sedekah Puisi untukmu Banyuwangi yang merupakan antologi karya guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP se Banyuwangi, antologi cerpen Mengapa Kau Ingin Berteman denganku? karya para siswa SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi.

Adapula antologi puisi dan cerpen berjudul Pelangi Aksara, Uno in Pepertum dan Rerampai Mantra yang merupakan karya-karya siswa dan guru SMPN 1 Banyuwangi. Ada pula antologi puisi karya Guru SMPN 1 Kalipuro Kantin Rahayu berjudul Kidung Lembah Ijen serta Sisik Warita Osing yang merupakan sekumpulan cerita yang diterbitkan SMPN 3 Banyuwangi.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.