Jakarta: Pandemi covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia tidak boleh melupakan penanganan kerusakan lingkungan. Kesehatan masyarakat juga terancam jika salah satunya diabaikan.
 
“Kita harus bersama-sama mencegah agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang berdampak pada bumi dan kesehatan masyarakat di masa mendatang,” kata staf dosen pada Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyararakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Bagas Surya Bintoro, melalui keterangan tertulis, Jumat, 25 November 2022.
 
Bagas mengatakan penanganan kerusakan lingkungan butuh kerja sama semua pihak. Perbaikan tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan kinerja pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Masyarakat harus dapat saling membantu, karena tidak semua elemen masyarakat memiliki resources yang sama untuk mengatasi dampak tidak hanya perubahan iklim, namun juga demi kesehatan masyarakat ke depannya,” ucap Bagas.
 
Banyak pihak mencoba memperbaiki lingkungan. Tak termasuk, Danone Indonesia yang berkomitmen mewujudkan bisnis yang seimbang dan berkelanjutan agar tidak mencemarkan alam.
 
“Kita jadi bisa melihat perkembangan ke depannya, mengenai capaian dalam membawa kesehatan ke masyarakat dan berperilaku dalam menjaga kesehatan bumi,” kata Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin.
 

Arif mengatakan pencegahan pencemaran lingkungan bisa dilakukan dengan berkolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
 
“Kolaborasi dengan PP Muhammadiyah menjadi salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan dan lingkungan,” ujar Arif.
 
Arif menilai PP Muhammadiyah bisa membantunya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Apalagi, kelompok itu memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat.
 
“Kesempatan ini juga menjadi momen yang tepat bagi Danone Indonesia dan PP Muhammadiyah untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan demi kesehatan diri dan lingkungan,” ucap Arif.
 
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah Mohammad Agus Samsudin meyakini kolaborasi ini bisa memberikan dampak positif untuk Indonesia ke depannya. Dia yakin umat Islam di di Tanah Air bakal memberikan dukungan penuh.
 
“Sistem ini kedepannya memiliki potensi untuk dikembangkan, melalui kolaborasi dengan industri seperti dengan Danone Indonesia. Hal itu sejalan dengan sistem social business yang diterapkan, di mana manfaatnya dikembalikan ke masyarakat,” ujar Agus.
 

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.