Merdeka.com – Zombi kerap dikenal sebagai makhluk tak bernyawa yang dapat berjalan dan memakan makhluk-makhluk hidup lainnya. Berbagai film sering menggambarkan zombi seperti itu.

Namun keadaan seperti zombi ternyata benar-benar dapat terjadi pada beberapa makhluk hidup, terutama serangga. Berbeda dengan zombi seperti di film-film, keadaan zombi terjadi pada serangga ketika tubuh mereka diambil alih oleh parasit-parasit.

Terdapat berbagai varian parasit, antara lain virus, cacing, tawon hingga organisme-organisme lainnya. Ketika parasit itu menginfeksi serangga lain, maka serangga yang terinfeksi dapat melakukan apa yang parasit ingin lakukan. Bahkan parasit-parasit itu dapat memerintahkan serangga yang diinfeksinya untuk bunuh diri.

Dikutip dari Science News Explorer, Jumat (4/11), berikut parasit-parasit yang dapat mengambil alih tubuh serangga lain.

1. Jamur Ophiocordyceps

Jamur Ophiocordyceps adalah jamur yang dapat mengendalikan serangga-serangga kecil, terutama semut. Cara jamur itu mengendalikan semut adalah melalui spora (sel-sel kecil jamur) yang dilepaskannya ke udara.

Spora-spora yang beterbangan di udara dapat mendarat di tubuh-tubuh serangga kecil. Setelah mendarat, spora-spora itu menggali jalan ke dalam tubuh serangga.

Saat sudah berada di dalam, spora-spora itu tumbuh dan mengambil alih kepala serangga. Spora-spora jamur mengendalikan tubuh serangga-serangga itu ke tempat dengan temperatur yang tepat dan lembap.

Setelah berada di tempat itu, serangga kecil menjadi inang penumbuh jamur. Tangkai jamur kemudian tumbuh keluar dari tubuh serangga kecil. Jamur baru pun muncul dan siap untuk melepaskan spora-spora baru kepada serangga-serangga lain.

2. Euhaplorchis Californiensis

Euhaplorchis californiensis adalah cacing yang bersarang di otak ikan killifish California. Meski bersarang di otak ikan, namun cacing itu hanya dapat berkembang biak di dalam perut burung-burung liar.

Cacing itu diketahui hidup di rawa-rawa air asin di California, Amerika Serikat (AS). Selain menginfeksi ikan killifish, cacing itu juga diketahui menginfeksi burung-burung pantai dan siput tanduk.

Untuk dapat berkembang biak di dalam perut burung, ikan-ikan yang terinfeksi dengan cacing euhaplorchis californiensis mengendalikan tubuh ikan killifish ke dekat permukaan air.

Setelah sampai ke permukaan air, burung-burung liar akan memakan ikan-ikan killifish. Cacing itu pun mulai berkembang biak ketika sudah berada di dalam perut burung-burung liar.

3. Tawon Permata

Tawon permata atau jewel wasp adalah tawon yang mudah dikenali dengan warnanya yang mengkilap. Namun di balik warna yang mengkilap itu, terdapat ancaman besar bagi serangga-serangga kecil, terutama kecoak.

Untuk dapat berkembang biak, tawon permata betina umumnya menyuntikkan racun pengendali otak kepada kecoak-kecoak.

Setelah menyuntikkan racun, kecoak-kecoak pun dapat dengan mudah ditarik tawon permata ke tempat persembunyian. Setelah sampai, tawon permata segera bertelur di tubuh kecoak.

Tubuh kecoak pun menjadi inang pertumbuhan bayi-bayi tawon permata. Dan di saat bayi tawon permata menetas, bayi itu akan memakan tubuh kecoak dari dalam ke luar.

Tawon permata baru pun keluar dari tubuh kecoak yang sudah kosong.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Ilmuwan China Kembangkan Pil Pelangsing yang Bisa Bikin Panjang Umur
Ilmuwan Sebut Gas dari Brokoli Jadi Pertanda Ada Kehidupan di Planet Lain
Dinosaurus Pernah Bertarung dengan Buaya Purba 67 Juta Tahun Lalu
Singapura akan Izinkan Warganya Konsumsi Jangkrik dan Kumbang
Ilmuwan Ingin Selamatkan Dunia dengan Kurangi Sendawa Sapi


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.