Jakarta:  Begitu banyak profesi yang menarik dan bermasa depan cerah yang dapat digeluti mahasiswa ketika lulus dari perguruan tinggi.  Salah satunya profesi dosen, dapat menjadi alternatif bagi Sobat Medcom yang tertarik untuk berkarier di dunia pendidikan.
 
Profesi dosen ini pun menjadi saah satu karier yang diperkenalkan Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam Career Introduction Webinar (CIW). Agenda ini diselenggarakan untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam menyiapkan dan menentukan jalan kariernya sedini mungkin. 
 
Hadir sebagai narasumber adalah alumnus ITS yang saat ini menapaki karier sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM), Nur Abdillah Siddiq.  Abdillah mengatakan, jika ingin menjadi dosen harus dipersiapkan sedini mungkin, bahkan sebaiknya sejak mahasiswa sudah duduk di semester pertama





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia pun mendorong mahasiswa mengambil peluang untuk menjadi dosen di perguruan tinggi.  Pasalnya, peluang kerja menjadi dosen masih luas.  Setidaknya hingga tahun 2030 peluang pekerjaan ini masih akan terbuka lebar.
 
“Apalagi saat ini banyak  universitas-universitas baru yang didirikan, tentu itu butuh banyak dosen,” jelas Abdillah dilansir dari laman ITS, Sabtu, 5 November 2022.
 
Terlebih lagi profesi dosen untuk jurusan teknik fisika, kata Abdillah, masih terbuka lebar. Hal tersebut diperkirakan akibat sedikitnya jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki jurusan teknik fisika.
 
Sehingga persaingan untuk berkarier menjadi dosen di bidang tersebut relatif tak terlalu ketat dibandingkan dengan bidang keilmuan lainnya.  Meski memiliki peluang kerja yang besar, namun profesi ini tetap memiliki kriteria tertentu yang harus dipenuhi.
 
“Di antaranya memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5, memiliki pengalaman publikasi, kemampuan berbahasa inggris yang bagus, dan diutamakan seorang lulusan S3,” ujar Abdillah.
 
Lelaki asal Sumenep ini menambahkan, kriteria atau faktor utama lainnya yang akan dilihat ketika mendaftar menjadi dosen adalah rekam jejak ketika menjadi seorang mahasiswa. Karena hal tersebut akan tertuang pada rekomendasi, yakni salah satu persyaratan berkas yang harus dipenuhi. 
 
Maka dari itu, IPK yang menjadi salah satu persyaratan berkas harus diusahakan betul semenjak semester pertama. Selain itu, ia menambahkan bahwa ikut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) juga bisa membantu memperlebar jalan menjadi seorang dosen, pasalnya dapat sebagai bekal untuk melakukan publikasi. 
 
Abdillah juga menekankan, selain mengusahakan pemenuhan kualifikasi, untuk menjadi seorang dosen, tentu dibutuhkan niat yang teguh. “Sebagai mahasiswa ITS, kalian harus percaya diri, jangan menyerah, dan tetap semangat untuk menggapai mimpi,” pesannya. 

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.