Merdeka.com – Ribuan tahun lalu anak-anak di Semenanjung Iberia membuat ukiran mainan berbentuk burung hantu dari lempengan kayu. Demikian menurut sebuah penelitian terbaru. Awalnya arkeolog menduga benda mirip tokoh kartun itu adalah benda keramat yang dipakai dalam ritual-ritual. Namun penelitian teranyar mengungkap benda itu juga bisa jadi mainan bocah atau semacam jimat.

Untuk menyelidiki hal ini, peneliti dari Dewan Penelitian Nasional Spanyol (CSIC) memeriksa 100 dari sekitar 4.000 ukiran burung hantu yang berhasil dikumpulkan selama beberapa tahun di bekas pemakaman dan parit yang tersebar di semenanjung.

Semua benda itu berasal dari Zaman Tembaga (3.500 SM – 2750 SM) dan dikelompokkan berdasarkan berapa banyak jumlah gambar burung hantu di lempengan kayu itu, termasuk dua lingkaran mata burung hantu, paruh, sayap, dan bulunya.

“Kesan pertama saya melihat ukiran ini adalah benda ini mudah dibuat,” kata Juan J Negro, kepala peneliti dan ahli biologi di Departemen Ekologi Evolusioner di CSIC, seperti dilansir Live Science, Kamis (1/11).

“Ukiran ini tidak memerlukan banyak waktu dan keterampilan untuk membuatnya. Bisa selsai dalam beberapa jam.”

Kesamaan lain dari ukiran-ukiran ini adalah mereka dibuat dengan lempengan, bahan lunak yang sebagian besar terdiri dari kuarsa, ilit, dan klorit. Kelenturan lempengan ini artinya mereka mudah diukir dengan benda runcing yang terbuat dari kuarasa atau tembaga.

“Siapa pun bisa mengukirnya,” kata Negro,” termasuk anak-anak yang baru belajar mengukir.”

Jadi apa yang menginspirasi anak-anak di Zaman Tembaga ini untuk mengukir burung hantu dan bukan hewan lain?

Negro mengatakan dia tidak punya jawaban atas pertanyaan itu, tapi “burung hantu cukup sering dilihat, bahkan hingga kini di daerah perkotaan.”

“Paling mungkin adalah anak-anak itu tinggal di pemukiman yang kerap didatangi burung hantu karena hewan itu dikenal suka memangsa tikus,” kata Negro. [pan]

Baca juga:
Harta Karun Zaman Viking Ditemukan di Norwegia, Ada Koin Arab dan Gelang
Ilmuwan Pecahkan Misteri Kalimat Berusia 1.400 Tahun di Dinding Makam, Begini Isinya
Kepingan Dewi Mesir dan Jimat Berusia 2.700 Tahun Ditemukan di Spanyol
Kota Yunani Kuno Muncul dari Bawah Permukaan Air di Turkiye, Simpan Karya Aristoteles
Ilmuwan Ungkap Penyebab Peristiwa Kepunahan Massal Pertama di Bumi
Apa yang Terjadi Jika Dinosaurus Tidak Punah? Ilmuwan Punya Gambarannya


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.