Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Australia, seorang pemilik restoran di kota tepi laut di Victoria telah mendekati orang lansia yang telah pensiun untuk bekerja di restorannya. Para pakar industri tersebut juga menyarankan bisnis lain untuk mengikuti langkah serupa, untuk mengubah budaya diskriminasi umur yang meluas di Australia.

Kehidupan di Australia kembali normal setelah pembatasan terkait pandemi COVID-19 dicabut pada akhir tahun lalu. Namun sejumlah bisnis masih mengalami kesulitan untuk mengisi lowongan pekerjaan.

Industri katering tampaknya terkena pukulan paling berat. Namun seorang pemilik restoran di kota pesisir Queenscliffe di Victoria memiliki solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Barry Iddles, pemilik restoran 360Q mengatakan, “Saya memiliki kelebihan lima orang staff saat ini dan saya bisa saja membuka tempat lain agar mereka tetap dapat bekerja penuh waktu.”

Ini tampaknya sulit dipercaya di dalam iklim perekonomian saat ini. Namun Iddles memiliki cara sederhana dan unik untuk merekrut pegawainya. Ia mencetak dan mendistribusikan 42.000 kartu pos di kawasan sekitar restorannya yang berisi seruan agar “baby boomers to re-enter the workforce” atau baby boomers kembali ke dunia kerja. Baby boomers adalah sebutan bagi generasi yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964. Kartu pos itu menarik perhatian banyak orang.

Iddles menambahkan, “Kami menerima respons dari dua orang berusia 74 tahun, satu orang 70 tahun, kemudian ada yang berusia 57, 60, 64, 66 dan 67 tahun. “

Susan Burston, karyawan restoran 360Q mengatakan, hal itu membuatnya merasa lebih baik karena ia senang bekerja dan memberikan kontribusi. Seorang karyawan lainnya, Kenton Savage, menambahkan, bekerja membuatnya tetap bugar, sehat dan bahagia.

Pandemi COVID-19 membuat bisnis Savage bangkrut dan proses tersebut mengganggu rencana pensiunnya. Savage mengatakan, “Saya harus tetap bekerja. Uang pensiun itu tidak cukup untuk bertahan hidup.”

Sayangnya, masih ada batasan tentang seberapa banyak pendapatan yang boleh dihasilkan oleh seorang pensiunan.

Pemerintah Australia baru-baru ini memperbolehkan mereka untuk mendapat penghasilan tambahan sebesar $2.670 per tahun.

Ian Yates, CEO Dewan Warga Lansia Australia mengatakan, pemerintah tampaknya sedang mencoba melihat reaksi yang akan muncul dari masyarakat.

Namun bagi karyawan seperti Savage, penghasilan ekstra tersebut, artinya tambahan satu shift per minggu, sangat minim.

Sebagian lainnya berhenti untuk melamar pekerjaan disebabkan oleh apa yang mereka sebut sebagai budaya diskriminasi usia yang meluas.

Yates menambahkan, “Kami tahu bahwa sekitar seperempat hingga sepertiga perusahaan biasanya tidak mencari atau mempekerjakan seseorang yang usianya katakanlah, di atas 50 tahun.” [lj/uh]


Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.