Hari Jumat 6 Januari 2023 ini menandai peringatan kedua serangan dan pemberontakan di Capitol Hill, Washington DC, pada 6 Januari 2021, ketika massa para pendukung mantan Presiden Donald Trump yang marah berupaya memblokir pengesahan hasil pemilu presiden 2020.

Sekelompok anggota bipartisan di Kongres berkumpul di East Front Steps, atau anak tangga di bagian timur, gedung Kongres Jumat pagi untuk menghormati para petugas keamanan yang luka-luka, atau bahkan meninggal akibat serangan itu.

Di Gedung Putih, Presiden Amerika Joe Biden menandai peristiwa 6 Januari dengan suatu upacara di mana ia menganugerahkan “Presidential Citizens Medal” kepada 12 orang, yang menurut seorang pejabat Gedung Putih “memberikan kontribusi teladan bagi demokrasi kita saat peristiwa 6 Januari 2021.”

Presiden AS Joe Biden menganugerahkan “Presidential Citizens Medal” kepada 12 orang termasuk mendiang polisi Brian Sicknick, yang diberikan kepada kedua orang tuanya, dalam upacara di Gedung Putih, Jumat (6/1).

“Presidential Citizens Medal” adalah anugerah yang mengakui “pelayanan warga Amerika yang patut diteladani untuk negara atau sesama warga negara.”

Termasuk di antara mereka yang menerima penghargaan itu adalah seorang ibu dan anak perempuan yang diancam karena melakukan pekerjaan mereka sebagai petugas pemilu di Fulton County, Georgia, beberapa petugas polisi di gedung Kongres dan di ibu kota Washington DC, anggota Kongres dan seorang mantan PNS.

Satu penghargaan diberikan secara anumerta kepada Brian Sicknick, seorang perwira Kepolisian Capitol Hill yang kehilangan nyawa ketika melindungi pejabat-pejabat terpilih ketika itu. Ia meninggal sehari setelah peristiwa 6 Januari karena luka-luka yang dideritanya. Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris – bersama pasang mereka – memberikan penghormatan kepada Sicknick ketika ia disemayamkan di Rotunda Capitol Hill.

Keluarga mendiang Brian Sicknick telah mengajukan gugatan perdata terhadap Trump, menuntut ganti rugi US$10 juta. “Terdakwa Trump telah dengan sengaja membuat marah banyak orang dan mengarahkan, serta mendorong massa untuk menyerang Gedung Kogres, dan menyerang siapa pun yang menentang mereka,” demikian petikan gugatan hukum yang diajukan.

Mantan Ketua DPR yang merupakan anggota Partai Demokrat dari negara bagian California, Nancy Pelosi, mengatakan, “Pemberontakan 6 Januari sangat mengguncang Republik kita. Bagi banyak orang di Kongres dan di seluruh negara ini, luka fisik, psikologis dan emosional masih membekas. Namun dari seluruh hal mengerikan yang tidak dapat diungkapkan itu muncul kepahlawanan yang luar biasa. Pahlawan-pahlawan penegak hukum menghadapi para pemberontak untuk melindungi Capitol Hill, Kongres, dan Konstitusi kita; dan dengan sangat hormat dan kagum kami bersama keluarga mereka pagi ini. Terima kasih kepada seluruh keluarga yang menganggap kami layak untuk berbagi kesedihan, untuk menghormati rasa kehilangan yang dirasakan.”

Saat Partai Republik di DPR – yang menguasai kursi mayoritas – berupaya untuk memilih ketua majelis itu pada hari keempat, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schummer dalam sebuah pernyataan mengatakan “peringatan ini harus menjadi peringatan bagi Partai Republik untuk menolak radikalisme MAGA (Make Amerika Great Again atau Jadikan Amerika Hebat Kembali), yang berulangkali menyebabkan kegagalan Partai Republik.

Sayangnya, kekacauan total yang dibuat anggota-anggota Partai Republik di DPR ini hanya salah satu contoh bagaimana kelompok ekstrem partai itu, yang dipimpin oleh mereka-mereka yang menyangkal hasil pemilu presiden 2020, semakin menenggelamkan mereka dalam kekacauan dan membuat mereka tidak mungkin memerintah.” [em/pp]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.