Jakarta: Perkembangan teknologi digital telah membawa Indonesia pada lompatan besar transformasi ekonomi. Sejak pandemi yang melanda beberapa tahun terakhir, peran teknologi digital sangat berpengaruh sebagai penopang dalam membentuk wajah baru perekonomian negara.
 
Dalam rangka mendorong terwujudnya prioritas Kementerian BUMN pada agenda Kepemimpinan Teknologi dan Pengembangan Talenta melalui percepatan transformasi digital BUMN, Peruri berkomitmen menciptakan SDM yang andal dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital.
 
Saat ini Peruri telah memiliki produk/layanan digital security seperti tanda tangan digital dan mampu memproduksi meterai elektronik. Untuk mendukung bisnis digital security tersebut, Peruri berkomitmen untuk terus meningkatkan skill dan kapabilitas digital karyawan.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Agar bisa memberikan dampak positif yang nyata kepada perusahaan dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi digital,” kata Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri Gandung Anggoro Murdani dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 5 November 2022.
 
Hal ini terbukti dari jumlah digital talent Peruri memiliki persentase tertinggi dibandingkan BUMN lainnya. Data per 3 November 2022 yang dirilis oleh Forum Digital Indonesia (Fordigi) mencatat talenta digital Peruri itu sebanyak 47,88 persen dari jumlah karyawan organik.
 
Digital Talent BUMN merupakan karyawan yang memiliki keterampilan dan kapabilitias dalam menggunakan dan mengelola teknologi digital ditandai dengan perolehan sertifikat digital skills. Pembentukan digital talent di Peruri bertujuan untuk mewujudkan perusahaan yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam persaingan di industri security printing dan security digital.
 

 
Peruri saat ini telah memiliki wadah riset dan pengembangan yaitu Peruri Research Institute for Authenticity (PRIfA) untuk mendorong kesiapan dan kapabilitas digital karyawan menjadi mastery, yaitu talenta BUMN yang mampu mengimplementasikan digital skill untuk menciptakan inovasi digital maupun terlibat dalam program digital strategis di perusahaan.
 
PRIfA memiliki serangkaian program untuk meningkatkan skill dan kapabilitas digital karyawan di antaranya Peruri Digital Academy, Digital Community of Practices seperti Internet of Things (IoT), Robotic Process Automation (RPA), Infosec & Cybersecurity hingga Blockchain serta Peruri Digital Innovator.
 
“Gagasan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan guna mengantisipasi Revolusi Industri 4.0,” ungkap dia.
 

(END)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.