PHK massal tersebut menandai pengurangan staf kedua yang dilakukan SoundHound dalam waktu kurang dari setahun.

SoundHound, perusahaan yang pernah mengatakan ingin menantang dominasi Amazon dan Google di pasar suara AI, dilaporkan telah memangkas sekitar setengah tenaga kerjanya. Mereka memberhentikan sekitar 200 karyawan minggu lalu sebagai bagian dari restrukturisasi seluruh perusahaan.

Dilansir dari Engadget (17/1), PHK massal tersebut akan menandai pengurangan staf kedua yang dilakukan SoundHound dalam waktu kurang dari setahun. Pada bulan November, perusahaan itu dilaporkan memberhentikan 10% tenaga kerjanya. Sebelum pemotongan putaran pertama, SoundHound mempekerjakan sekitar 450 orang.

Tiga mantan karyawan yang berbicara dengan Gizmodo menggambarkan paket pesangon yang “menyedihkan” bergantung pada siapa yang mengumpulkan lebih banyak uang untuk perusahaan. Mereka mengklaim paket itu tidak termasuk perawatan kesehatan dan hanya dua minggu pesangon.

SoundHound tidak segera menanggapi permintaan komentar. Perusahaan ini ini go publik melalui perusahaan akuisisi tujuan khusus pada awal 2022. Menurut data dari CrunchBase, perusahaan tersebut telah mengumpulkan lebih dari USD300 juta hingga saat ini. pelanggan SoundHound termasuk Pandora, Mercedes-Benz, dan Snap.

Dalam sebuah email, CEO dan co-founder SoundHound Keyvan Mohajer menyalahkan PHK pada kondisi ekonomi makro baru-baru ini. “Saat kami menentukan arah pada awal 2021 untuk menjadi publik, perusahaan teknologi tinggi seperti SoundHound adalah kesayangan komunitas investor. Perusahaan yang dapat mencapai pertumbuhan tinggi, meski berbiaya tinggi, dipandang sebagai mesin ekonomi masa depan,” kaya Keyvan. “Namun, sebagai akibat dari perubahan kondisi ekonomi, termasuk suku bunga yang tinggi, kenaikan inflasi, dan ketakutan akan resesi, perusahaan dengan profil kami menjadi kurang diminati.” Keyvan dilaporkan menambahkan investor “khawatir” SoundHound “tidak tega melepaskan orang-orangnya.”

Dalam beberapa bulan terakhir, PHK massal sering terjadi di banyak perusahaan teknologi. Pada awal November, induk Facebook Meta memangkas sekitar 13% tenaga kerjanya, sebuah langkah yang menyebabkan lebih dari 11.000 orang kehilangan pekerjaan. Baru-baru ini, Amazon memperluas cakupan PHK di seluruh perusahaan untuk mempengaruhi lebih dari 18.000 karyawan.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.