Politisi ekstrem kanan Itamar Ben-Gvir, yang memiliki catatan panjang retorika dan aksi anti-Arab, akan menjadi menteri keamanan nasional Israel berikutnya, menurut kesepakatan koalisi yang dibuat oleh Partai Likud, partainya mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu.

Likud mengumumkan kesepakatan dengan partainya Ben-Gvir itu, Partai Kekuatan Yahudi, pada hari Jumat (25/11).

Negosiasi dengan tiga calon mitra koalisi sayap kanan dan ultra-Ortodoks lainnya terus berlanjut. Jika berhasil, Netanyahu akan kembali ke kantor perdana menteri dan memimpin pemerintahan sayap kanan paling religius dalam sejarah Israel.

Pemberian jabatan sensitif kepada Ben-Gvir menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan Israel-Palestina. Ben-Gvir dan sekutu-sekutunya berharap bisa memberikan kekebalan kepada tentara Israel yang menembak warga Palestina, mendeportasi anggota-anggota parlemen saingannya dan menjatuhkan hukuman mati pada warga Palestina yang divonis bersalah karena menyerang orang Yahudi.

Ben-Gvir adalah murid seorang rabi rasis, Meir Kahane, yang dipecat dari parlemen Israel. Partai Kach pimpinan Kahane dicap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat sebelum ia tewas terbunuh di New York pada tahun 1990.

Menjelang pemilihan 1 November Israel, Ben-Gvir menjadi sorotan utama media karena pidato-pidato dan aksi-aksi anti-Palestinanya, termasuk mengacungkan pistol dan mendorong polisi untuk menembaki pelempar batu Palestina di wilayahYerusalem yang tegang.

Sebelum menjadi pengacara dan terjun ke dunia politik, ia dihukum karena pelanggaran yang mencakup menghasut rasisme dan mendukung organisasi teroris.

Dalam peran barunya, ia akan bertanggung jawab atas operasi polisi sehingga memungkinkannya menerapkan beberapa kebijakan garis keras terhadap warga Palestina, sebagaimana yang digembar-gemborkannya selama bertahun-tahun.

Sebagai bagian dari kesepakatan koalisi, kementerian keamanan dalam negeri saat ini akan berganti nama menjadi kementerian keamanan nasional dan akan diberikan kekuasaan yang diperluas, kata Likud, Jumat.

Sebagai kepala kementerian itu, Ben-Gvir akan mengawasi polisi dan polisi perbatasan paramiliter yang beroperasi bersama militer Israel di pusat-pusat populasi Palestina.

Anggota parlemen dari Partai Likud Yaron Levin memuji perjanjian itu, yang ditandatangani Kamis, sebagai “perjanjian pertama tentang cara membangun pemerintahan sayap kanan yang stabil yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.”

Ben-Gvir pertama kali masuk parlemen pada 2021, setelah partai Kekuatan Yahudi-nya bergabung dengan partai Zionisme Religius. Sekutu politik terdekat Ben-Gvir, pemimpin Zionisme Religius Bezalel Smotrich, sedang melakukan negosiasi terpisah dengan Likud, yang muncul sebagai partai peraih suara terbanyak dalam pemilu.

Netanyahu menolak keras beberapa tuntutan, termasuk keingian Smotrich menjadi menteri pertahanan. Pembicaraan saat ini fokus pada ketentuan di mana Smotrich akan menjadi menteri keuangan. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.