Sulawesi Utara: Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang kawasan Melonguane, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada Selasa, 24 Januari 2023,pukul 09.13 WIB.
 
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terjadi di titik 2,84 Lintang Utara,127,09 Bujur Timur atau 136 kilometer (km) di Tenggara Melonguane. Pusat gempa ada di pada 10 km.
 

BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat belum dilaporkan adanya kerusakan.
 
Artikel terkait gempa di kawasan awasan Melonguane, Sulawesi Utara, menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga banyak dibaca ialah fakta-fakta gempa di Cianjur.
 
Jakarta: Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dilanda gempa pada Selasa, 24 Januari 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa berkekuatan magnitudo 4,3.
 
“Getaran gempa cukup kencang kami rasakan, saat kejadian saya sedang ronda,” kata warga Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi Beni Anggara dilansir dari Antara, Selasa, 23 Januari 2023. 
 
Sejumlah fakta dipaparkan BMKG mengenai gempa M 4,3 yang mengguncang Cianjur itu. Berikut ini di antaranya yang sudah dirangkum Medcom.id:

1. Gempa akibat Sesar Cugenang

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono lantas angkat bicara mengenai gempa yang mengguncang Cianjur itu. Ia menjelaskan, gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Cugenang. 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang,” kata Daryono dalam keterangan resmi, Selasa, 24 Januari 2023. 

2. Titik gempa

Daryono menerangkan episenter gempa terletak di darat pada jarak 7 km Barat Laut Kabupaten Cianjur. Gempa itu terjadi pada kedalaman 10 km.  
 
  

 

3. Gempa terasa di Sukabumi hingga Jakarta

BMKG menyampaikan gempa juga turut dirasakan hingga wilayah III-IV Cianjur, III-IV Cikalongkulon, III-IV Cipanas, III-IV Sukabumi dan III Purwakarta. Kemudian, II Jakarta Selatan, II Tangerang Selatan, II Bekasi, dan II Depok.

4. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa

Daryono juga memastikan belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa. “Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” ungkap dia.
 
Pernyatan Daryono juga diamini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi yang juga merasakan getaran gempa di Cianjur tersebut. 
 
“Hingga pukul 06.00 WIB tim kami di lapangan masih melakukan pendataan antisipasi adanya dampak akibat getaran gempa Cianjur tersebut, namun kami belum menerima laporan atau informasi adanya kerusakan bangunan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat Taufik di Sukabumi, Selasa.

5. Gempa di Cianjur terjadi 487 kali

Gempa di Cianjur sudah terjadi sejak November 2022. Sejak itu, BMKG mencatat wilayah Cianjur sudah diguncang gempa sebanyak 487 kali.
 
“Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, sejak 21 November 2022 hingga Selasa 24 Januari 2023 pukul 03:15 WIB telah terjadi gempabumi di wilayah Cianjur sebanyak 487 kali,” demikian pernyataan BMKG lewat akun Instagram mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berita lain yang juga menarik banyak pembaca terkait tewasnya siswa SMP di kamar hotel.
 
Sukoharjo: Mayat gadis di bawah umur ditemukan di sebuah tanah lapang di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 24 Januari 2023. Mayat tersebut diduga korban pembunuhan lantaran bersimbah darah.
 
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan mengatakan identitas mayat berinisial ELV, 15, warga Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Korban merupakan siswa SMP.
 
“Kami masih menyelidikinya. Penemuan mayat berawal dari saksi pertama yang merupakan teman korban yang mengikuti share loc yang sebelumnya dikirimkan korban kepadanya,” ujarnya.
 

Kejadian bermula dari korban pamit kepada temannya, untuk bertemu dengan seorang laki-laki di sebuah hotel wilayah Kartasura Sukoharjo, Senin sore, 23 Januari 2023. Berdasarkan informasi, korban mengenal laki-laki yang akan ditemuinya itu dari sebuah aplikasi.

Korban kemudian meminta temannya untuk mengantar ke hotel tersebut dan meninggalkannya. Lalu sekitar pukul 18.30 WIB, orang tua korban mencoba menghubungi korban melalui telepon seluler temannya namun tidak tersambung.
 
“Dan ternyata sebelumnya, korban sempat mengirimkan sebuah share loc kepada teman yang mengantarnya sebelumnya. Saat share loc diikuti, ternyata korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi tersebut,” bebernya. 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

(NUR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.