New York: Komunitas global perlu memastikan multilateralisme kuat antar negara-negara dunia, sebuah mekanisme yang mendorong dialog dan kerja sama. Demikian salah satu poin yang disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Arrmanatha C. Nasir, dalam debat terbuka di Dewa Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat pada 12 Januari lalu.
 
Pernyataan Wakil Tetap RI di Debat Terbuka DK PBB tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Minggu, 15 Januari 2023.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar kecaman Inggris terhadap eksekusi mati yang dilakukan Iran serta rencana penyelidikan terhadap mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Indonesia Suarakan Supremasi Hukum dan Multilateralisme di Debat Terbuka DK PBB

Dalam debat terbuka DK PBB kali ini, tema yang diambil adalah “Peningkatan dan Penguatan Supremasi Hukum dalam Pemeliharaan Perdamaian dan Keamanan Internasional: Supremasi Hukum antar Bangsa.”
 
Dubes Arrmanatha mengatakan bahwa, “kondisi dunia kita saat ini mengkhawatirkan karena krisi demi krisis terus terjadi.”
 
Menurut Dubes Arrmanatha atau akrap disapa Tata, pelanggaran terhadap aturan hukum seolah sudah menjadi norma dalam mengejar kepentingan pribadi yang sempit. Semangat multilateralisme yang menjadi kunci penegakan supremasi hukum internasional dirasa terus memudar.
 
Apa lagi yang disampaikan Dubes Tata mengenai hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Kecam Eksekusi Mati Warga Inggris-Iran, PM Rishi Sunak: Rezim Barbar!

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menyebut eksekusi mati yang dilakukan Iran terhadap seorang warga negara berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran sebagai “tindakan pengecut.” Ia mengecam keras eksekusi mati itu, yang disebutnya dilakukan “oleh rezim barbar tanpa menghormati hak asasi manusia rakyat mereka sendiri.”
 
Sebelumnya pada Sabtu kemarin, pengadilan Iran mengumumkan eksekusi mati terhadap Ali Reza Akbari, beberapa hari setelah dirinya dijatuhi vonis mati atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Inggris.
 
Akbari diketahui pernah menjadi wakil menteri pertahanan di Iran.
 
Apa lagi detail terkait eksekusi mati ini? Cek selengkapnya di sini.

Mahkamah Agung Brasil Akan Selidiki Bolsonaro atas Penyerbuan Kongres Brasil

Mahkamah Agung Brasil setuju untuk menyelidiki apakah mantan presiden Jair Bolsonaro telah menghasut massa sayap kanannya yang menyerbu Kongres dan dua gedung pemerintah lainnya pekan lalu.
 
Hakim Alexandre de Moraes mengabulkan permintaan kantor kejaksaan untuk memasukkan Bolsonaro dalam penyelidikan yang lebih luas, dengan mengutip video yang diunggah mantan presiden di Facebook dua hari setelah kerusuhan.
 
Dalam video itu, Bolsonaro mengeklaim bahwa Luiz Inácio Lula da Silva tidak dipilih untuk menjabat sebagai presiden, melainkan dipilih Mahkamah Agung dan otoritas pemilu Brasil.
 
Apa komentar jaksa terkait rencana investigasi terhadap Bolsonaro? Cek selengkapnya di sini.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.