Merdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan puncak gelombang varian baru Covid-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Seperti diketahui, subvarian Omicron XBB mulai terdeteksi di Tanah Air.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia, Prof Tjandra Yoga Aditama menilai prediksi yang disampaikan Luhut sah-sah saja. Karena pandemi Covid-19 sangat dinamis dan tidak dapat diprediksi karena variabilitasnya yang tinggi.

“Saya dari dulu tidak pernah menyebutkan prediksi puncak Covid-19. Karena itulah sampai sekarang belum juga dinyatakan pandeminya berhenti. Karena, dia (corona) masih berubah-ubah, ada penurunan atau ada kenaikan lagi,” kata Tjandra saat dihubungi, Jumat (4/11).

Prof Tjandra mengambil studi kasus naik-turunnya Covid-19 di Singapura yang jumlah kasus per bulannya meningkat hampir 10 kali lipat. Pada Senin (11/9), jumlah kasus masih di bawah 1.500 dan per Oktober naik menjadi 12.000 kasus. Namun, setelahnya kasus kembali menurun.

“Kalau dilihat dari Singapura yang paling dekat dengan kita, mereka naiknya hampir 10 kali lipat. Dari 1.000 ya bisa jadi 10.000-an. Sesudah sebulan naik, mereka turun,” paparnya.

Tren kasus Covid-19 di Indonesia juga demikian. Tidak dapat ditentukan dalam satu atau dua bulan ke depan. Karenanya mungkin saja Indonesia mengalami tren penurunan kasus corona.

“Kalau kita sebulan angkanya masih naik, angkanya baru 5.000-an. Tapi kan itu tidak bisa dipastikan apakah sebulan-dua bulan akan sampai puncaknya atau tidak. Tetapi, bahwa ada peningkatan kasus ya, memang iya,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Prof Tjandra mengusulkan agar pemerintah Indonesia bisa mengikuti langkah program vaksinasi Singapura dengan jenis vaksin booster yang digunakan Bivalen Cominarty Pfizer.

“Maka, saya sih usulnya diberikan vaksin Bivalen, vaksin yang bisa dipakai melindungi terhadap varian-varian yang lama, dan bisa juga melindungi terhadap varian-varian Omicron. Itu usulan konkrit saya,” usulnya.

Selain meningkatkan program vaksinasi booster Covid-19, pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama kembali patuh menerapkan protokol kesehatan dan melakukan isolasi mandiri jika terjangkit virus corona.

“Jadi, pada dasarnya penanganannya ada tiga sama vaksin ya. Pertama, protokol kesehatan. Yang kedua, mendeteksi kasus kemudian melakukan isolasi. Dan yang ketiga, meningkatkan vaksinasi,” kata Tjandra mengakiri.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

Baca juga:
Kasus Covid-19 Varian XBB Bertambah jadi 12, Ini Daftar Gejalanya
CEK FAKTA: Covid-19 Subvarian XBB Lebih Mematikan? Simak Faktanya
Luhut: Puncak Gelombang Varian Baru Covid-19 Dua Bulan ke Depan
Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat 78 Persen Sepekan Terakhir
Kasus Covid-19 Naik Lagi, Epidemiolog: Mulai Memprihatinkan
Kemenkes Pastikan Kasus Covid-19 Varian XXB Melandai


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.