Di usia yang sudah mencapai 70 tahun, KALLA Group telah melalui perjalanan panjang dalam berkontribusi terhadap pembangunan dan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Timur Indonesia, mulai dari sektor perdagangan, transportasi, infrastruktur, properti, manufaktur, energi hingga pendidikan.

Solihin Jusuf Kalla, Presiden Direktur KALLA mengungkapkan pengembangan bisnis telah dilakukan KALLA meskipun dilanda pandemi dan gejolak ekonomi secara global, salah satunya dengan dires­mikannya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy dan PLTA Malea Energy oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2022.

Solihin Jusuf Kalla, Presiden Direktur KALLA

Menatap tahun 2023 ditengah ancaman resesi, KALLA tetap optimis memperkuat kapabilitas internal agar kuat menghadapi resesi dengan mengalokasikan sumber daya yang ada untuk program-program strategis berdampak jangka panjang.

Solihin mengatakan, KALLA memiliki komitmen dalam pemenuhan Net Zero Emission pada 2060. Dukungan terhadap visi green energy telah direalisasikan melalui anak perusahaan KALLA, yaitu PT Poso Energy dan PT Malea Energy yang sepenuhnya karya anak bangsa. “Kami mendukung percepatan transisi energi dari energi fosil menuju green energy, agar terwujud kemandirian energi, ketahanan energi, pengembangan berkelanjutan, ketahanan iklim dan kondisi rendah karbon, untuk bumi yang lebih baik,” ujarnya saat Gala Dinner 70th KALLA, (28/10).

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan energi baru terbarukan. Transisi energi menjadi salah satu dari tiga topik utama dalam Presidensi G20 Indonesia tahun ini, dan menjadi prioritas dalam pembangunan Indonesia di masa depan.

Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, pembangkit listrik berbahan bakar batubara masih mendominasi dari total kapasitas nasional, yaitu sebesar 50 persen. Pembangkit listrik berbahan bakar gas sekitar 28 persen. Sementara itu, bauran energi baru terbarukan pada tahun 2021 sebesar 11,7 persen.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri mewujudkan green energy. Upaya ini membutuhkan kerjasama banyak pihak, termasuk swasta yang bergerak di sektor energi. “Melalui PT Poso Energy, KALLA membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Poso di Sulawesi Tengah, dan telah menghasilkan listrik sejak tahun 2012. PLTA Poso menjadi pembangkit energi baru terbarukan terbesar di Indonesia Timur dengan total kapasitas 515 MW,” jelasnya.

PLTA Poso memanfaatkan energi dari aliran air Danau Poso. Pembangkit listrik ini terhubung ke Provinsi Sulawesi Selatan dengan saluran transmisi 275 kV, dan tersambung ke Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan saluran transmisi 150 kV.

PLTA Poso telah menyumbang sekitar 10,69 persen dari total bauran energi baru dan terbarukan ke sistem kelistrikan Sulawesi Selatan. “PT Malea Energy juga mengembangkan PLTA Malea di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. PLTA Malea telah beroperasi sejak tahun 2021 dengan kapa­sitas 90 MW. Pengoperasian PLTA Poso dan PLTA Malea telah meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan di Pulau Sulawesi hingga 38,8 persen,” paparnya.

Saat ini, KALLA sedang mengembangkan beberapa PLTA di Sulawesi dan Sumatera dengan total kapasitas 1.230 MW. Proyek-proyek tersebut antara lain PLTA Poso 3 dan Poso 4, PLTA Tumbuan Mamuju Atas, PLTA Tumbuan Mamuju Bawah, serta PLTA Kerinci Merangin.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.