Pontianak: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membangun rumah susun (Rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pontianak, Kalimantan Barat. Rusun ASN satu tower setinggi tiga lantai tersebut memiliki 44 unit hunian tipe 36 yang dibangun dengan biaya Rp20,86 miliar.
 
“Kementerian PUPR siap bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pembangunan perumahan untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya dengan membangun hunian vertikal berupa rusun,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Senin, 21 November 2022.
 
Pembangunan rusun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada. Selain itu juga ingin membantu para pegawai yang bertugas di daerah supaya bisa tinggal di hunian vertikal.






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Andy Suganda menambahkan lokasi pembangunan Rusun berada di atas lahan BPKP tepatnya Kompleks Rumah Dinas ASN BPKP.
 
Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan I Direktorat Jenderal Perumahan juga telah melaksanakan penandatanganan kontrak dengan PT Andica Persaktian Abadi terkait pekerjaan konstruksi  pembangunan Rusun ASN BPKP Provinsi Kalimantan Barat. 
 

“Kami berharap dengan penandatanganan kontrak ini pembangunan rusun untuk ASN BPKP Provinsi Kalimantan Barat bisa segera dimulai dan menghasilkan bangunan yang berkualitas
menjaga mutu dan standar tinggi hasil pekerjaan serta proses pengerjaannya sesuai peraturan yang ada,” katanya.
 
Berdasarkan data yang ada, pembangunan rusun yang akan diperuntukkan bagi ASN BPKP Provinsi Kalimantan Barat tersebut dilaksanakan di Jalan Gusti Hamzah, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pembangunan dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) mulai tahun 2022 hingga 2023 mendatang.
 
“Rusun tersebut rencananya dibangun satu tower setinggi tiga lantai di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pembangunan rusun ASN BPKP Provinsi Kalimantan Barat menelan biaya pembangunan Rp19,8 miliar dan Manajemen Konstruksi Pembangunan Rumah Susun ASN BPKP Provinsi Kalimantan Barat senilai Rp1,06 miliar,” ujarnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.

 

(KIE)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.