Masjid Raya Jawa Barat atau Masjid Al Jabbar. Pembangunan masjid ini menuai pro dan kontra di masyarakat, lalu apakah Ridwan Kamil salah dalam kebijakan ini? (dok. Pemprov Jabar)

Hingga Jumat (6/1/2023) percakapan soal urgensi pembangunan Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar di media sosial masih terus terjadi. Bahkan nama Ridwan Kamil trending Twitter selama empat hari belakangan. Publik mengkritisi kebijakan pembangunan masjid yang dinilai belum mendesak dibandingkan fasilitas umum lain.

Akun Outstandjing mengatakan bahwa bertriliun-triliun APBD dipakai untuk membuat masjid di tengah sawah. Bukannya dipakai untuk kepentingan semua orang seperti angkutan massal. 

“Bikin masjid itu perbuatan mulia, dengan berwakaf jadi amal jariyah. Tapi kalau masjid pakai dana APBD? Pembayar pajak itu berbagai kalangan. Akad bayar pajak bukan akad wakaf. Kalau di agama Islam, tidak sembarang dana bisa dipakai untuk masjid,” kata netizen itu.

Menjawab kritikan tersebut, orang nomor satu di Jawa Barat itu memberikan jawaban melalui akun Instagram pribadinya. Kang Emil beralasan bahwa pembangunan Masjid Al Jabbar merupakan aspirasi dari jutaan masyarakat Jawa Barat yang dititipkan melalui ormas Islam di Jawa Barat. Mereka ingin agar Jawa Barat memiliki Masjid Raya Provinsi.

Flashback, jutaan warga Jawa Barat melalui berbagai ormas Islam menitipkan aspirasi rakyat Jawa Barat agar dibangun Masjid Raya Provinsi sejak 7 tahun yang lalu. Karena selama ini Masjid Raya Provinsi mengkudeta Masjid Agung Kota Bandung. Dan itulah yang kami lakukan: memenuhi dan membangun aspirasi rakyat,” kata RK di Instagram pribadinya, Rabu (4/1/2023). 

Mengenai kebijakan pembangunan masjid oleh Ridwan Kamil yang menuai pro dan kontra, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Yayat Supriyatna menilai tidak ada yang salah dalam kebijakan pembangunan Masjid Al Jabbar. Menurutnya setiap pemimpin pasti sudah mempertimbangkan pilihan kebijakan. 

“Ada yang prioritas seperti transportasi, banjir, bencana longsor atau masalah sampah. Setiap permasalahan pasti sudah dibuat anggarannya dan target yang harus dicapai dalam masa kepemimpinannya,” kata Yayat saat diwawancara SWA Online, Jumat (6/1/2023).

Yayat melanjutkan, pembangunan masjid juga bagian dari pembangunan kerohanian atau mentalitas warga agar menjadi warga yang taat menjalankan perintah agama. Ridwan Kamil, menurut Yayat, ingin membangun legacy atau warisan yang baik untuk warga Jawa Barat ke depan.

“Ada bidang-bidang yang menjadi tanggung  jawab provinsi atau gubernur, ada yang menjadi tanggung jawab para bupati dan wali kota di setiap daerah. Sebagai Gubernur Jabar yang membangun masjid Raya Provinsi, wajar saja karena itu bagian dari kewenangan beliau (Ridwan Kamil),” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Belajar dari Turki, masjid di…


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.