Laporan bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO), Bank Dunia, dan Badan Energi Terbarukan Internasional, “Energizing Health: Accelerating Electricity Access in Health-Care Facilities,” baru saja diterbitkan.

Pejabat-pejabat kesehatan mengatakan, akses listrik di sarana layanan kesehatan bisa mempengaruhi hidup dan mati. Penjabat Kepala Unit, Kualitas Udara, Energi dan Kesehatan di WHO, Heather Adair-Rohani mengatakan, sangat penting fasilitas layanan kesehatan memiliki pasokan listrik yang andal dan selalu berfungsi.

“Bayangkan jika masuk ke sarana kesehatan yang tanpa lampu dan tanpa penghangat bayi. Untuk memiliki perangkat medis yang berfungsi dan beroperasi sepanjang waktu, maka sangat penting untuk mempunyai listrik. Ini adalah aspek prasarana yang sering diabaikan padahal sangat dibutuhkan agar sarana kesehatan bisa terus melayani penduduk yang paling rentan di negara berpenghasilan rendah dan menengah,” ujarnya.

Seorang pasien dirawat di sebuah rumah sakit dengan peralatan medis yang tidak memadai di Sudan Selatan (foto: dok).

Laporan itu mendapati, lebih dari satu dari 10 sarana kesehatan di Asia Selatan dan negara-negara sub-Sahara Afrika, kekurangan pasokan listrik.

Laporan itu mencatat, listrik diperlukan untuk mengoperasikan perangkat paling dasar, seperti lampu dan lemari es serta perangkat yang mengukur tanda-tanda vital seperti detak jantung dan tekanan darah. Dikatakan, meningkatkan daya listrik sarana layanan kesehatan sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.

Adair-Rohani menambahkan, penting untuk memelihara semua sarana ini guna memastikan keandalan dan fungsinya.

“Listrik andal terbarukan yang terpusat dan bisa diandalkan di fasilitas layanan kesehatan benar-benar dapat memastikan ketahanan terhadap perubahan iklim, sehingga mampu memberi pelayanan dalam keadaan yang paling mengerikan dan memungkinkan kesiapsiagaan darurat, sehingga jika ada angin topan atau banjir, atau bencana apa saja, mereka masih dapat memiliki semacam kekuatan untuk memberi pelayanan darurat yang dibutuhkan.”

Penulis laporan itu mengatakan, sistem dan fasilitas layanan kesehatan semakin terimbas dampak perubahan iklim yang semakin cepat. Dikatakan, solusi energi terbarukan yang berkelanjutan dan terpadu, tersedia. Misalnya, mereka mencatat, sistem fotovoltaik surya adalah sumber listrik yang hemat biaya, bersih, dan dapat dipasang dengan cepat di lokasi.

Para penulis laporan mengatakan, membangun sistem layanan kesehatan yang tangguh menghadapi iklim dapat menjawab tantangan perubahan iklim, dan menjamin diberikannya layanan kesehatan yang berkualitas. [ps/ka]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.