Merdeka.com – Sekeluarga Tewas di Kalideres, 2 Orang Diperiksa Adalah Adik Bukan Anak Korban

Polda Metro Jaya meralat keterangan soal Saksi yang diperiksa terkait kasus satu keluarga tewas dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat. Semula disebut saksi yang diperiksa pada Jumat (18/11) adalah dua anak dari korban yang juga suami-isteri Rudyanto Gunawan dan K. Margaretha Gunawan.

Belakangan diluruskan keduanya bukan anak dari korban. Keduanya hanyalah adik dari korban Margaretha yang tinggal di Bekasi sempat datang ke Polsek Kalideres, beberapa waktu lalu.

“Jadi itu yang di Bekasi tinggalnya, itu adalah adik daripada Ibu Margaretha,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Minggu (20/11).

Sedangkan anak dari Rudyanto dan Margaretha termasuk menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut.

“Jadi yang anaknya itu yang meninggal ya Dian namanya. Sedangkan yang diperiksa itu dua yakni adik dari Ibu Margaretha. Margaretha itu ibu yang punya rumah, dia kan tinggal sama suaminya,” sambungnya.

Perkembangan terkini kasus kematian sekeluarga tersebut masih menunggu hasil laboratorium forensik. Hasil lab menjadi penting mengetahui penyebab pasti meninggalnya empat orang tersebut.

“Kita sementara lagi nunggu hasil daripada lab forensik kemudian daripada kedokteran forensik, phisical forensik untuk kematian mereka itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Polisi menggali keterangan sejumlah orang saksi untuk mengungkap kasus kematian satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menyebut, dua orang saksi diantaranya merupakan dari pasangan suami-istri Rudyanto Gunawan, dan K. Margaretha Gunawan.

Keduanya juga ditemukan tewas di dalam rumah. Bersama Dian dan Budyanto Gunawan.

“Kita sudah periksa beberapa orang saksi diantaranya dua anak dari Pak Rudyanto Gunawan dan K. Margaretha Gunawan,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (18/11).

Zulpan menerangkan, kedua anak berjenis kelamin perempuan. Mereka tak tinggal satu rumah dengan para korban.

“Tinggalnya di Bekasi. Kalau yang meninggal tinggal memang tinggal di situ,” ujar dia.

Zulpan belum menjelaskan secara gamblang terkait pemeriksaan kedua anak korban termasuk sudah berapa lama keduanya memilih pisah dengan korban.

“Itu nanti pendalaman lebih lanjut,” ujar dia.

[lia]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.