Techbiz.id – Selama lebih dari 22 tahun, Huawei telah mendukung Indonesia dalam membangun infrastruktur jaringan dan mengembangkan talenta digital.

Dengan misi menghubungkan yang belum terkoneksi, Huawei telah menyebarkan lebih dari 110.000 BTS, menjangkau lebih dari 260 juta orang di seluruh Indonesia. Sementara itu, Huawei telah melatih lebih dari 70.000 talenta digital di Indonesia guna memenuhi komitmennya untuk melatih 100.000 talenta digital pada tahun 2025.

Jacky Chen, CEO of Huawei Indonesia mengatakan bahwa, Huawei selalu mencari terobosan dan inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

“Huawei akan terus memperluas inklusi digital untuk menghubungkan masyarakat yang selama ini sulit dijangkau layanan internet melalui berbagai solusi Huawei, termasuk solusi Huawei Rural Star yang telah diterapkan di banyak negara di dunia. Kami melihat solusi ini sangat cocok untuk diterapkan untuk menciptakan konektivitas antar pulau di Indonesia,” kata Jacky Chen.

Pada tahun 2021, Huawei dan mitra operator menguji coba solusi broadband nirkabel Rural Star Pro dengan fitur utama LTE untuk backhaul di daerah terpencil di Pulau Kalimantan. Solusi seri RuralStar telah menyediakan koneksi untuk lebih dari 60 juta orang di daerah terpencil di lebih dari 70 negara.

Sementara itu, Cao Ming, President, Huawei Wireless Solution menyampaikan, Huawei mengintegrasikan potensi inovasi penuh teknologi dari peralatan, lokasi, energi, transmisi, dan antena untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh penyebaran lokasi tradisional, seperti tingginya biaya, transportasi yang terbatas, kekurangan energi, dan perawatan yang tidak mudah.

“Kami terus meningkatkan solusi RuralStar dan RuralLink untuk memperluas jangkauan kualitas ke daerah terpencil, memungkinkan lebih banyak orang, rumah sakit komunitas, sekolah, pemerintah daerah, serta usaha kecil dan menengah untuk menikmati pengalaman konektivitas broadband berkecepatan tinggi seperti di kota,” ucapnya.

Pembangunan jaringan broadband optik menawarkan rute penting lainnya untuk mewujudkan layanan universal. Huawei telah mengusulkan solusi AirPON yang inovatif untuk daerah dengan kepadatan penduduk rendah, termasuk daerah terpencil. Solusi ini secara terus-menerus mengurangi jejak ruang peralatan, biaya pemasangan serat optik, dan konsumsi daya jaringan, sambil memastikan penerapan jaringan komunikasi lokal yang cepat.

Seiring infrastruktur TIK terus berkembang, teknologi inovatif seperti cloud dan AI memungkinkan mereka yang berada di pedesaan dan daerah terpencil untuk menikmati kenyamanan dunia digital. Huawei Cloud telah mengusulkan strategi Everything as aService dan menjadikan keahlian teknis dan pengalaman transformasi digital Huawei selama lebih dari 30 tahun tersedia melalui layanan cloud. Ini berarti bahwa akses ke kapabilitas infrastruktur digital Huawei di cloud kini mudah, terjangkau, dan berkelanjutan sama seperti air dan listrik.

Transformasi digital, talenta digital, dan model bisnis baru adalah penting untuk pembangunan yang seimbang di daerah terpencil. Huawei sebelumnya mengumumkan bahwa pada tahun 2025, dengan peningkatan infrastruktur TIK, perusahaan akan bekerja dengan mitra untuk memungkinkan 500 juta orang menikmati layanan keuangan digital dan 500.000 orang menikmati pendidikan inklusif.

Huawei berkomitmen untuk pengembangan yang inklusif. Melalui inovasi teknologinya yang berkelanjutan, Huawei berkontribusi pada tingkat digitalisasi yang lebih tinggi di wilayah terpencil, memungkinkan setiap orang untuk menikmati kenyamanan kehidupan digital, dan mendorong perkembangan ekonomi digital global yang seimbang.

Baca juga:

Artikel ini bersumber dari techbiz.id.