2 menit

Sudahkah kamu tahu apa yang dimaksud dengan saldo mengendap KPR BTN? Kalau belum, simak penjelasannya di sini, yuk!

Terkait “saldo mengendap” ini, perlu kamu ketahui bahwa tidak hanya bank konvensional saja yang menerapkannya, tetapi juga bank syariah.

Namun, bank syariah tidak sepenuhnya menerapkan saldo mengendap pada produk-produk perbankannya.

Sebelum membahas mengenai saldo mengendap KPR BTN, sebaiknya kita mengetahui dulu pengertian saldo mengendap.

Saldo mengendap adalah saldo yang tujuannya sebagai pengaman.

Nilai saldo mengendap ini ditentukan oleh dalam suatu rekening dan tidak bisa lagi digunakan oleh nasabah.

Dengan demikian, sisa dana di dalam rekening nantinya bisa digunakan oleh pihak bank sebagai biaya tambahan untuk proses penutupan rekening.

Lantas, apa yang dimaksud dengan saldo mengendap KPR BTN? Berikut ini seluk-beluknya.

Saldo Mengendap KPR BTN

Seperti apa yang telah dijelaskan di atas, fungsi saldo mengendap KPR BTN tak jauh berbeda, yakni sebagai pengaman atau jaminan pelunasan utang maupun angsuran.

Dihimpun dari berbagai sumber, nominal saldo endapan KPR BTN adalah 0 (nol), tetapi juga bisa saja nominalnya sama dengan rekening ATM.

Walaupun nominal saldo mengendap relatif kecil, hal ini kerap menjadi bahan pertimbangan bagi calon nasabah ketika hendak memilih produk perbankan.

Saldo Mengendap KPR BTN Syariah

Nasabah baru mungkin masih asing dengan istilah saldo mengendap atau dana yang ditahan oleh bank.

Besaran nominal saldo mengendap berbeda-beda tergantung jenis produk dan banknya.

Tak hanya Bank BTN, Bank BTN Syariah juga menerapkan saldo mengendap.

Perlu diketahui, KPR BTN Syariah adalah produk tabungan yang menerapkan prinsip syariah dengan akad titipan atau wadiah.

Saldo mengendap KPR BTN Syariah diketahui sebesar Rp200 ribu dengan besaran bagi hasil antara bank dan nasabah sebesar 25 persen untuk nasabah dan 75 persen untuk bank sebagai pengelola.

Masa Aktif ATM BTN Jika Saldo Kosong

Bagi pemilik rekening bank, mengetahui apakah rekening masih aktif atau tidak adalah hal dasar yang sudah selayaknya wajib dipelajari.

Ada beberapa kondisi yang ditemui ketika rekening berstatus tidak aktif, yakni:

  • Pada layar mesin ATM akan muncul tulisan “Transaksi Gagal”, “Rekening Dormant”, atau “Rekening Pasif” saat melakukan transaksi
  • Uang nasabah yang disetorkan tidak masuk ke dalam rekening saat melakukan transaksi setor tunai
  • Rekening tidak bisa menerima transaksi dari rekening lain

Berikut ini informasi masa aktif ATM BTN yang perlu kamu ketahui:

Tanda rekening BTN masih aktif adalah masih bisa membayar biaya admin bulanan dan biaya admin kartu ATM.

Selama saldo tidak berada di bawah batas minimal, maka rekening akan tetap berstatus aktif.

  • Rekening BTN Dormant dan Masih Bisa Diaktifkan

Apabila selama 3 bulan berturut-turut saldo nasabah berjumlah Rp0, rekening akan otomatis aktif kembali jika melakukan transaksi melalui ATM maupun e-banking.

Beda kasusnya jika saldo rekening berjumlah Rp0 selama 6 bulan berturu-turu, maka dapat dipastikan rekening tabungan BTN akan terblokir.

Apakah Saldo Mengendap KPR BTN Bisa Ditarik?

Saldo mengendap tidak bisa ditarik atau diambil oleh nasabah karena khusus diperuntukan saat nasabah hendak menutup rekening.

Namun, bagaimana jika cicilan KPR BTN sudah lunas, apakah saldo yang mendendap bisa ditarik?

Saat cicilan KPR BTN sudah lunas, biasanya pihak bank akan menyarankan nasabah untuk mengonfirmasi kepada Kantor Cabang Bank BTN terkait.

***

Itulah tadi informasi seputar saldo mengendap KPR BTN.

Semoga bermanfaat, Property People.

Baca artikel seputar properti lainnya di berita.99.co.

Ikuti Berita 99.co di Google News untuk mendapatkan informasi terbaru.

Bila sedang mencari hunian impian, cek rekomendasi terbaiknya di www.99.co/id dan Rumah123.com.

Dapatkan penawaran menarik, salah satunya Grahawangi City View.

Mencari hunian tak perlu ribet lagi karena kami #AdaBuatKamu.

Artikel ini bersumber dari berita.99.co.