SURYA.CO.ID, MADIUN – Sebaran kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun didominasi usia produktif.

Bahkan, sebagian besar ditemukan usia 25 tahun ke atas yang terpapar virus tersebut.

Pengelola Program dan Keuangan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun, Lenny Dwi Ambarsari memaparkan, secara akumulatif dari tahun 2002 ada 1133 kasus yang dilakukan pendampingan.

Untuk AIDS, ada 115 dampingan, namun kebanyakan masih tahap HIV. Lalu angka pasien yang meninggal sebanyak 542 kumulatif dari 2002.

“Untuk bulan Januari 2023 ada 18 kasus, 2022 ada 152 kasus. Diperkirakan jumlah masih bisa bertambah banyak,” ujar Lenny, usai acara sosialisasi di Kecamatan Jiwan, Kamis (26/1/2023).

Menurutnya, berkaca pada estimasi nasional, untuk Kabupaten Madiun tahun 2019 ada 1521 kasus. Sedangkan pihaknya baru mendampingi 1133 kasus. Sehingga, masih ada yang belum dilakukan pendampingan.

“Tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah terpapar, dapat menularkannya kepada pasangan maupun keluarganya,” ucapnya.

KPAD, lanjut Lenny, terus melakukan tracing dan berkeliling ke komunitas komunitas yang rentan terkena HIV/AIDS guna dilakukan penanganan. Dari upaya tersebut nantinya akan terlihat indikasinya.

Bahkan pihaknya juga rutin sosialisasi di lokasi Eks Lokalisasi Sarmi, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, setelah azan maghrib. Hal ini dikarenakan masih ada Perempuan Pekerja Seksual (PSK) yang mangkal di tempat tersebut.

“Dari situ, kami lihat apakah sudah ada infeksi penularan atau infeksi oportunistik TB. Kalau hasilnya terlihat, maka otomatis infeksi HIV akan dicek,” terangnya.

“Kami terus berusaha menekan angka kematian dan menemukan kasus pada saat mencapai stadium awal,” imbuh Lenny.

Dirinya memaparkan, faktor yang menjadi penyebaran virus bagi usia produktif antara lain pergaulan seks bebas, hingga menjadi tertular dari luar kota

“Di Kabupaten Madiun mulai bermunculan hubungan laki-laki sesama jenis, di wilayah Mejayan, Pintu Masuk Exit Tol Madiun, Alun-alun Mejayan. Komunitas mereka banyak nongkrong di situ,” papar Lenny.

“Kalau perkembangan kasus yang sekarang muncul di Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, Gemarang, Mejayan dan Jiwan. Walau Jiwan mulai berkurang, bahkan hampir tidak ada, karena angkanya masih tinggi berasal dari adanya lokalisasi yang bukan warga sini,” tutupnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.