Sociolla Lippo Mall Puri Jakarta

Sebagai startup yang mewadahi ekosistem kecantikan, Sociolla terus berinovasi. Diluncurkan tahun 2015, langkah Sociolla tidak langsung mulus. CMO Sociolla Chrisanti Indiana, dalam salah satu wawancaranya bersama SWA Online menuturkan, beauty awareness masyarakat masih rendah ketika Sociolla awal didirikan. Menurutnya, salah satu tantangan penetrasi pasar Sociolla adalah kebanyakan orang terlalu fokus pada harga dan mengabaikan keaslian barang.

Sociolla konsisten melebarkan jangkauan, baik dari segi produk, konsumen, hingga industri yang diajak kolaborasi. Hasilnya, pandemi lalu tidak membuatnya gagar meraih pendanaan, Sociolla mendapatkan kepercayaan dari investor dalam pendanaan seri E dari investor global termasuk Temasek, Pavillion Capital, dan Jungle Ventures senilai US$ 58 juta.

Startup kecantikan Social Bella atau Sociolla inu telah meraih pendanaan US$ 60 juta atau sekitar Rp 927 miliar. Perusahaan rintisan ini disebut-sebut segera menjadi unicorn atau memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar (Rp 15,5 triliun). Investasi itu dipimpin oleh dua investor asal Singapura, yakni Temasek dan L Catterton, yang pernah menyuntik modal sebelumnya. Investor lain yang berpartisipasi dalam pendanaan ini yaitu East Ventures, Jungle Ventures, dan sejumlah penanam modal terdahulu (investor existing).

Sociolla tumbuh 20 kali lipat sejak 2020. Sociolla menyasar pasar SHEconomy yang diprediksi Rp 920 7 triliun atau US$ 60 miliar di Asia Tenggara. Potensi pasar itu terdiri dari kecantikan lebih dari Rp 153 triliun atau US$ 10 miliar. Hingga kini, Sociolla membuka 48 toko fisik dengan pendekatan omnichannel di lebih dari 24 kota di Indonesia. Selain itu, membuka 13 toko di kota Ho Chi Minh, Hanoi, Danang, dan Binh Duong di Vietnam.

Sekarang, startup produk kecantikan yang didukung oleh Temasek Holdings, sedang dalam pembicaraan dengan investor tengah mengumpulkan US$ 150 juta hingga US$ 200 juta untuk mendorong pertumbuhan.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta itu sedang menegosiasikan putaran pendanaan yang akan mendorong valuasinya melewati US$ 1 miliar, Penilaian sekitar US $ 1,2 miliar hingga US $ 1,4 miliar sedang dibahas, menurut laman Business Times, Kamis (02/02/2023).

Social Bella mengoperasikan kosmetik online dan peritel perawatan pribadi Sociolla serta 40 toko offline di Indonesia dan Vietnam, menurut situs webnya. Perusahaan telah mengumpulkan US$ 58 juta dalam putaran pendanaan Seri E dari investor termasuk Temasek, Jungle Ventures, dan Pavilion Capital pada tahun 2020. Perusahaan mendapatkan tambahan US$57 juta dari L Catterton dan pendukung lainnya tahun lalu.

Perusahaan ini termasuk di antara banyak startup e-commerce yang mengumpulkan dana untuk berekspansi di pasar Asia Tenggara yang sedang booming. Perekonomian internet di kawasan ini diprediksi akan tumbuh berlipat ganda menjadi US$ 363 miliar pada tahun 2025, menurut penelitian dari Google, Temasek, dan Bain & Co.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.