Ada yang berbeda pada pembukaan Piala Dunia yang digelar di Qatar pada tahun ini. Bukan hanya soal kemewahan yang dipertontonkan dalam gelaran empat tahun tersebut, tetapi konsistensi Doha sebagai penyelenggara turnamen paling populer sejagad yang tak ingin meninggalkan jati dirinya sebagai negara Islam.

Dari sederet acara yang disuguhkan oleh tuan rumah di stadion Al Bayt pada upacara pembukaan pada Minggu (20/11) malam, terdapat satu segmen pembukaan yang berhasil menyedot perhatian penonton seantero dunia, yaitu dialog antara aktor kawakan Amerika Serikat (AS) Morgan Freeman, dan seorang pemuda penyandang disabilitas bernama Ghanim Al-Muftah.

Ghanim menyambut kedatangan Freeman dengan tersenyum sambil mengatakan, “Everyone is welcome. This is an invitation to the whole world.” Lalu, Ghanim melantunkan petikan surat dalam kitab suci Al-Qur’an. Ia menyitir Surat Al Hujurat ayat 13 yang isinya mengatakan Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, dan semua sama di mata Allah.

Aktor AS Morgan Freeman (Kiri) dan YouTuber Qatar Ghanim al-Muftah saat pembukaan Piala Dunia di Stadion Al-Bayt di Al Khor, utara Doha, pada 20 November , 2022. (Foto: AFP/Raul ARBOLEDA)

Ghanim, pemuda berusia 20 tahun, merupakan penyandang caudal regression syndrome (CDS), kelainan bawaan langka yang mengganggu tumbuh kembang tulang belakangnya. Dia adalah YouTuber kondang di Qatar. Ia acap kali mengunggah kehidupan keseharian melalui sejumlah platform media sosial.

Keterbatasan fisik yang telah ia alami sejak lahir tak menyurutkan semangatnya untuk tetap aktif dan menjalankan kehidupan sebagaimana manusia lainnya. Dalam unggahan di laman Facebook miliknya pada 27 Agustus, Ghanim menceritakan percakapan dia dan ibunya mengenai kondisi disabilitas tersebut.

“Setelah dua puluh tahun, pertama kali saya menanyakan pertanyaan ini kepada ibu saya. Ketika saya lahir, pertama kali Ibu menggendong dan melihat saya, apa perasaan Ibu?”

Sang Ibu, kata Ghanim, menjawab: “Aku melihat segala sesuatu yang indah dalam dirimu, aku tidak melihat apa yang kurang dari tubuhmu. Aku ingin menguatkanmu, dan melengkapi apa yang hilang dari tubuhmu dengan cintaku, kelembutan cintaku.”

Dukungan sang ibu dan juga keluarga membuat Ghanim tumbuh menjadi sosok yang kuat. Ia sering kali terlibat dalam olah raga seperti selam (diving) dan juga gym. Kisahnya yang sangat inspiratif menggerakkan pemerintah Qatar untuk mendapuk ia menjadi duta Piala Dunia 2022.

Pagelaran Piala Dunia kali ini datang di tengah kecaman yang datang dari berbagai pihak, terutama dari para pemerhati hak asasi manusia (HAM), soal catatan HAM Qatar yang buruk. Isu mengenai kondisi para pekerja migran hingga diskriminasi terhadap kelompok LGBT di Qatar menjadi sorotan menjelang perhelatan akbar tersebut.

Presiden Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino telah mengeluarkan pernyataan yang membela Qatar dan mengecam segala tuduhan pelanggaran HAM yang dialamatkan kepada negara teluk tersebut, demikian lapor Associated Press.

Ciri khas Islami lain yang Qatar pertahankan dalam turnamen tahun ini adalah melarang penjualan bir di delapan stadion yang digunakan untuk menggelar pertandingan Piala Dunia 2022. Infantino sendiri mendukung keputusan Qatar akan pelarangan tersebut. [ah/rs]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.