SURYA.co.id – Sosok Prada Yakis Kogoya baru-baru ini jadi sorotan karena gugur saat menjalankan misi membantu korban gempa Cianjur.

Melansir dari tniad.mil.id, Prada Yakis Kogoya dimakamkan di Distrik Rumba, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Dalam keterangan tertulis Satgas, Danpos Karubaga Satgas Yonif Raider 142/KJ Kapten Inf Yulian timur menyampaikan, Prada Yakis Kogoya merupakan Anggota satuan Yonif 312/Kala Hitam yang gugur dalam tugas penanggulangan bencana di Desa Benjot Kabupaten Cianjur.

Almarhum gugur tertimpa puing puing bangunan pada saat membersihkan puing-puing bangunan pasca gempa yang melanda di Kabupaten Cianjur.

“Kehadiran kami di rumah duka merupakan bentuk perhatian terhadap keluarga Almarhum Prajurit Dua Yakis Kogoya sekaligus menghibur keluarga Almarhum,” ungkapnya.

Letinusn Yanengga (48) orang tua dari Almarhum Prajurit Dua Yakis Kogoya sangat berterima kasih atas kehadiran serta bantuan motivasi semangat dari Prajurit TNI pos Karubaga kepada.

“Ini suatu kehormatan bagi kami pihak keluarga dan kami menerima Anak kami di makamkan secara Kemiliteran,” ungkapnya.

Bertindak selaku Inspektur Upacara dalam pelaksanaan pemakaman yaitu Perwira Penghubung Kabupaten Tolikara Kapten Inf Ponco Wibowo, Komandan Upacara Pemakaman Letda Inf Hairul (Dantim 1 Pos Karubaga).

Prajurit Kostrad Bantu Korban Gempa Cianjur

Sementara itu, prajurit Kostrad yang berasal dari satuan Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9/Lang Lang Bhuwana Divif 1 Kostrad terus hadir untuk membantu para korban gempa Cianjur, Sabtu (31/12/2022).

Mereka tak kenal lelah melanjutkan penanganan dampak bencana gempa Cianjur pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Sehubungan dengan telah berakhirnya tahap tanggap darurat bencana alam gempa bumi di Cianjur Sesuai dengan surat SK Bupati Cianjur Nomor 360/2100/BPBD/2022, kegiatan saat ini dilanjutkan menuju penanganan masa transisi darurat pemulihan bencana alam gempa bumi di Cianjur.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi diawali dengan melaksanakan pembersihan dan pembongkaran rumah-rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.

Selain itu fasilitas umum juga jadi sasaran pembersihan dan pembongkaran seperti tempat ibadah, sekolahan dan pondok pesantren yang sudah disetujui pemiliknya untuk diruntuhkan atau dirobohkan.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.