Merdeka.com – Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Aviv Kochavi menyampaikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa dia tidak akan mengikuti perintah dari menteri-menteri yang ditunjuk Netanyahu di antaranya Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir.

Kedua menter itu diberikan kekuasaan lebih luas oleh Netanyahu berdasarkan kesepakatan koalisi untuk mempengaruhi rantai komando tentara Israel. Demikian diungkapkan laporan khusus saluran TV Israel, Channel 12.

Itamar Ben-Gvir adalah Menteri Keamanan Nasional dan Kepolisian Israel. Dia akan bertanggung jawab terhadap polisi perbatasan, sehingga polisi perbatasan tidak lagi berada id bawah komando Kementerian Pertahanan.

Ben-Gvir adalah tokoh ekstremis sayap kanan Israel yang baru-baru ini dikecam dunia internasional karena memasuki kompleks Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Dikutip dari laman The Cradle, Minggu (8/1), Kochavi dalam perbincangan teleponnya dengan Netanyahu mengatakan dia hanya akan mematuhi perintah Menteri Pertahanan Yoav Galant dan akan menolak perintah dari manapun.

Hal ini diperkirakan akan menimbulkan banyak kebingungan karena Smotrich telah diberi peran di Kementerian Pertahanan sebagai menteri yang mengawasi kegiatan pemerintah di wilayah penjajahan Israel.

Akibatnya, pemimpin Partai Zionis Religius kini dalam posisi menunjuk para jenderal untuk memimpin lembaga sipil-militer di Tepi Barat dan mengelola masalah sipil di permukiman Israel.

Yurisdiksi ini bertentangan dengan tradisi yang menetapkan bahwa mayor jenderal yang bertanggung jawab atas Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) diangkat oleh menteri pertahanan setelah diperiksa kepala staf angkatan darat.

Keputusan ini akan menciptakan dualitas kepemimpinan bagi pasukan Israel di Tepi Barat, karena polisi perbatasan saat ini beroperasi bersama dengan tentara Israel di bawah komando kepala staf.

Kochavi mengatakan kepada Netanyahu, dia tidak akan mengizinkan rantai komando ganda karena dampak yang dapat ditimbulkannya, dan siap untuk memerintahkan penarikan polisi perbatasan secara keseluruhan.

Kochavi akan pensiun pada 16 Januari dan akan digantikan oleh wakilnya Mayor Jenderal Herzi Halevi.

Kekhawatiran Kochavi juga disuarakan perwira-perwira lama di angkatan darat Israel dan ribuan tentara lainnya, termasuk sekitar 1.197 mantan perwira angkatan udara Israel yang mengirim surat ke mahkamah agung Israel pada 26 Desember menentang pemerintah baru.

Perwira angkatan udara menganggapnya sebagai ancaman yang akan “menghancurkan demokrasi Israel”, dan mengakhiri “koeksistensi komunitas Israel”. [pan]

Baca juga:
Menteri Israel Masuk Kompleks Masjid Al-Aqsa untuk Provokasi
MUI Sebut Kunjungan Menteri Israel ke Masjid Al-Aqsa Memalukan dan Tidak Bermoral
Intelijen Israel Mati Misterius di Penjara, Setahun Kemudian Dia Dinyatakan Gugur
Pemukim Israel Menari dan Menyanyi di Masjid Al-Aqsa dan Ibrahimi Palestina
Pendeta Palestina Minta Umat Kristen Lindungi Masjid Al-Aqsa dari Serbuan Israel
Momen Pasukan Israel Kawal ketat Warga Yahudi Masuk ke Halaman Masjid Al-Aqsa
Protes Ketegangan di Masjid Al-Aqsa, Warga Palestina Bakar Bendera Israel
Puluhan Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.