Organisasi harus mengirimkan namanya, nama pengguna Twitter, dan situs web mereka untuk dipertimbangkan dalam daftar tunggu.

Twitter telah membuka penerimaan pendaftaran bagi pengguna yang ingin menjadi orang pertama dalam mengakses program verifikasi untuk organisasi. Sepeti diketahui, layanan ini sebelumnya dikenal sebagai Blue for Business. Dan dalam pengumuman ini pula perusahaan tersebut memberi tautan ke formulir pendaftaran layanan tersebut.

Organisasi harus mengirimkan nama organisasi mereka, nama pengguna Twitter, dan situs web mereka untuk dipertimbangkan dalam daftar tunggu. Dilansir dari Engadget (16/1), mereka juga harus menunjukkan ukuran dan perkiraan jumlah akun afiliasi. Sebagai informasi, Elon Musk sebelumnya mengumumkan bahwa situs web itu akan meluncurkan fitur yang memberi organisasi kemampuan untuk mengidentifikasi akun yang benar-benar terkait dengan mereka.

Pengumuman Musk muncul setelah peluncuran sistem verifikasi berbayar Twitter yang agak menghancurkan, yang memunculkan sekelompok troll terverifikasi yang menyamar sebagai perusahaan, selebritis, dan tokoh terkenal lainnya. Fitur mendatang ini dimaksudkan untuk membantu mengatasi masalah dan memastikan bahwa pengguna yang mengklaim sebagai bagian dari organisasi tertentu adalah seperti yang mereka katakan.

Musk juga mengumumkan saat itu bahwa Twitter di situs web akan menawarkan tanda centang dalam berbagai warna: emas untuk perusahaan, abu-abu untuk pemerintah, dan biru untuk individu. Pembedaan warna ini diharap akan mempersulit penyamaran sebagai perusahaan atau lembaga pemerintah bagi pengguna acak.

Seperti diketahui, Twitter harus menghentikan peluncuran awal Twitter Blue karena masih maraknya para peniru identitas. Namun pada akhirnya, mereka kembali meluncurkan kembali fitur tersebut pada bulan Desember dengan label harga USD11 (seikitar Rp166 ribu) per bulannya.

Atas perintah Musk, Twitter akan menerbitkan “kode rekomendasi tweet” dan akan membuat tweet dan status akun terlihat “selambat-lambatnya bulan depan”. Tampaknya, ini berarti pengguna akan tahu jika mereka telah diblokir (shadowbanned) dan tweet mereka tidak muncul untuk orang lain.

“Transparansi membangun kepercayaan,” kata Musk. Selain itu, ia mengumumkan bahwa situs web tersebut memindahkan tombol bookmark ke halaman detail tweet dan memperbaiki fitur auto-cropping gambar minggu depan.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.