Jakarta: Layanan streaming HBO per 15 Januari 2023 menayangkan serial adaptasi dari game eksklusif buatan PlayStation yaitu The Last of Us. Kabar ini disambut respon positif di internet mengingat game tersebut adalah salah satu maha karya Sony PlayStation yang disukai banyak gamer.
 
Sayangnya, ketenaran game The Last of Us sejak serial adaptasinya tayang perdana justru akan menarik perhatian penjahat siber. Prediksi ini disampaikan perusahaan keamanan siber terkenal.
 
Kaspersky memprediksi bahwa penjahat siber akan mencoba menargetkan penggemar game The Last of Us, salah satunya dengan cara menyebarkan malware yang akan menginfeksi perangkat PC atau laptop korbannya.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prediksi Kaspersky dalam waktu dekat akan banyak penjahat siber yang mencoba membuat penawaran palsu berisi tautan untuk download game The Last of Us gratis. Di sini akan terdapat situs palsu serta file palsu yang di dalamnya disisipkan sebuah malware.
 
Penjahat siber cukup cerdik membaca situasi. Saat serial adaptasi The Last of Us mendapatkan respon positif maka akan banyak gamer yang ingin kembali memainkan game tersebut. Tentu saja game orisinal tidak akan tersedia gratis.
 
Kaspersky menyebut akan banyak penjahat siber yang mengeksploitasi game The Last of Us Part II yaitu seri terbaru dari game tersebut yang dirilis beberapa waktu lalu. File malware yang bersembunyi di tautan download atau file palsu dinilai Kaspersky sangat berbahaya.
 
Malware tersebut bisa saja bersembunyi tanpa terdeteksi hingga bertahun-tahun, terus mengintai semua aktivitas penggunanya alias melanggar privasi dan mencuri informasi penting.
 
Soal situs palsu, Kaspersky mengklaim bahwa hingga saat ini sudah bermunculan situs palsu untuk metode kejahatan phishing dengan menawarkan kode aktivasi game The Last of Us. Di sini korbannya akan diminta memasukan data diri hingga rekening perbankan dengan imbalan hadiah.
 
“The Last of Us akan menjadi booming nyata di awal tahun 2023, mengingat sudah berapa tahun jutaan penggemar telah menunggu serial tersebut. Anehnya, sekarang alih-alih menawarkan pra-akses ke serial tersebut, mereka malah memilih mendistribusikan file berbahaya dengan kedok game,” kata Olga Svistunova, pakar keamanan di Kaspersky.
 

(MMI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.