Balita mendapat imunisasi vaksin polio tetes (Oral Poliomyelitis Vaccine) yang diberikan petugas kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Senin (21/11/2022). ANTARA FOTO

GenPI.co – Kasus polio mendadak yang terjadi di Aceh ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bahkan, Kemenkes telah membuat surat edaran sebagai pedoman bagi para tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Anhar Hadian menyampaikan surat edaran terbagi menjadi dua, yakni untuk Aceh dan luar Aceh.

BACA JUGA:  Soal Pemberantasan Polio, Bill Gates Terima Kasih ke Presiden UEA

“Untuk di luar Aceh, tindakan yang harus dilakukan adalah menguatkan tracing Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau biasa dikenal dengan lumpuh layuh mendadak yang terjadi pada usia di bawah 15 tahun,” jelas Anhar dalam keterangan resmi, Kamis (24/11/2022).

Surveilans AFP merupakan pengamatan terhadap semua kasus lumpuh layuh akut (AFP) pada anak usia di bawah 15 tahun yang merupakan kelompok rentan terhadap penyakit polio.

BACA JUGA:  Dapat Kontrak dari UNICEF, Bio Farma Ekspor Vaksin Polio

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk segera melaporkan ke puskesmas terdekat jika menemukan kasus serupa.

“Kalau masyarakat menemukan siapa pun yang tiba-tiba kakinya lemas dan lumpuh bukan karena kekerasan atau kecelakaan, segera lapor ke puskesmas. Kami akan melakukan tindakan pengambilan sampel lumpuh layuh akut,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kasus Polio Muncul Lagi, Guru Besar FKUI Beri Rekomendasi Penanganan

Sebab, hasil tracing surveilans yang diminta pemerintah pusat untuk terus dikuatkan ini sangat tergantung kepada sajuh mana masyarakat mau melaporkan kasus polio mendadak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.